logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 SEMARANG
Line

Kurang, Anggaran Pendidikan 15%

  • Perbaikan Gedung Rp 3,5 Miliar

GROBOGAN- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Grobogan Drs Bambang Rusminto MM mengatakan, dalam RAPBD 2005 anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan mencapai 15%.

Menurut Bambang, besarnya anggaran pendidikan yang masih dibahas di Dewan untuk belanja tak langsung sekitar Rp 185,5 miliar, belanja langsung kurang lebih Rp 15,9 miliar.

''Dana belanja langsung tersebut dipergunakan untuk perbaikan gedung sekitar Rp 3,6 miliar, pembelian mebelair sekitar Rp 5 juta, pendidikan anak usia dini, dan berbagai program lainnya,'' katanya.

Ditanya apakah anggaran sebesar itu mencukupi, Rusminto mengakui masih belum mencukupi. Karena itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar bergotong royong memikirkan pendidikan di Grobogan.

Selain itu, dia berharap agar dukungan biaya pendidikan oleh masyarakat di sekolah negeri tersebut selayaknya lebih murah dibandingkan dengan sekolah swasta. Sebab, gaji para guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang menanggung adalah pemerintah.

''Saya punya rencana bahwa bantuan APBD untuk sekolah tidak diberikan secara merata. Bila perlu bantuan untuk sekolah swasta itu lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah negeri,'' tuturnya.

Dia mencontohkan, pendapatan sekolah swasta dirasa kurang memadai untuk membiayai operasional sekolah dan para pegawainya, dengan honor setinggi-tingginya untuk kepala sekolah sekitar Rp 750.000 dan guru Rp 500.000.

''Dengan pendapatan sebesar itu, bagaimana bisa all out?'' ungkapnya.

Menurutnya, semua masyarakat sangat mendukung upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, masih ada masyarakat yang merasa keberatan apabila diminta dukungan dana untuk pendidikan.

''Biaya BP3 di beberapa sekolah dasar hanya Rp 3.500. Dengan biaya sebesar itu, yang diberikan guru kepada siswa sudah komplet,'' ujarnya.

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat agar menyisihkan uang rokok guna biaya pendidikan sang anak. Sebab, kata Rusminto, ada beberapa orang yang menghabiskan rokok mencapai dua bungkus per hari. (H3-91s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA