| Selasa, 01 Februari 2005 | SEMARANG |
Proyek Air Bersih Diminta DiselesaikanSALATIGA - Setelah terpilih kembali sebagai Ketua RW 8, Dusun Butuh, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Salatiga, Hadi Mulyono dan segenap pengurus baru menargetkan penyelesaian proyek pembangunan berupa pembuatan sarana air bersih. Sarana yang terletak di RW yang dipimpinnya itu mangkrak sejak 2002. Dusun Butuh merupakan salah satu daerah di Kota Salatiga yang tidak terjangkau saluran PDAM. Selama ini, warga menggunakan sarana air bersih dari sumur atau mengambil langsung dari sumber mata air yang berada di sekitar dusun tersebut. Pada 2002 Pemerintah Pusat memberikan proyek bantuan senilai Rp 116,700 juta untuk membuat sarana air bersih berupa enam buah penampungan air, dua buah genset, dan saluran pipa yang diambil dari mata air di Dusun Butuh. Sayang, setelah dibangun dan sempat dipakai oleh warga hanya dalam beberapa hari saja, sarana air bersih tersebut tidak berfungsi dan mangkrak hingga sekarang. Hadi Mulyono mengungkapkan, setelah diberitakan melalui Suara Merdeka beberapa waktu lalu, kontraktor yang melaksanakan proyek tersebut telah mendatangi warga. Kontraktor berjanji akan bekerja sama dengan pengurus RW baru untuk melanjutkan proyek sarana air bersih agar dapat dimanfaatkan langsung oleh warga. ''Selama ini warga sangat berharap sarana dan jaringan air bersih yang sudah ada itu dapat difungsikan lagi sehingga warga tidak susah-susah mengambil air di sumber mata air yang letaknya lebih rendah,'' ujar Hadi. Menurut dia, perbaikan sarana air bersih yang mangkrak tersebut diharapkan dapat dimulai pada Februari mendatang. Setelah itu, pengelolaannya akan diserahkan sepenuhnya oleh warga bersama-sama pengurus RW. (H2-91n) |