logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 SEMARANG
Line

Tak Kenal Lelah

BAGI puluhan penderita penyakit kepala membesar (hydrocephalus) di Kabupaten Grobogan, sosok Ahyari (51), tampaknya tidak asing lagi. Betapa tidak? Sukarelawan asal Desa Tegowanu Kulon Kecamatan Tegowanu itu hampir tujuh tahun mengabdikan diri membantu para penderita penyakit tersebut, atau bibir sumbing dan penyakit lain.

Setidaknya 22 penderita hydrocephalus telah dia bantu dengan disalurkan ke beberapa rumah sakit untuk dioperasi. Begitu juga beberapa anak-anak penderita sumbing langit-langit (palatum). ''Pada awalnya saya diminta membantu operasi bibir sumbing di Kecamatan Tegowanu,'' tutur Ahyari.

Acara yang dilangsungkan di kecamatan tersebut mengetuk pintu hatinya untuk kemudian mengabdikan diri membantu masyarakat kurang mampu yang menderita penyakit tersebut. Akhirnya, lelaki yang dianugerahi sembilan anak itu pun bergabung dengan Lion Club Tugu Muda Semarang.

Ahyari benar-benar tidak mengenal lelah membantu kaum papa. Bahkan, suatu ketika dia harus menempuh perjalanan berpuluh-puluh kilometer untuk berjumpa dengan penderita hydrocephalus.

Keliling desa, naik-turun gunung, dan keluar-masuk hutan menuju desa-desa pinggiran sering dia lakukan. ''Saya puas bila bisa membantu masyarakat hingga sembuh,'' akunya lugas.

Bahkan, Ahyari bekerja sama dengan pihak kecamatan dan beberapa donatur membuat tower air di belakang Kecamatan Tegowanu baru-baru ini. Tower tersebut rencananya dibangun untuk membantu warga sekitar yang kesulitan air bersih.

''Proyek ini baru selesai 75%. Rencananya air saya alirkan ke sekolah, mushala, dan gereja dekat kantor kecamatan,'' ujarnya. (Aris Mulyawan-91e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA