| Selasa, 01 Februari 2005 | SEMARANG |
Konstruksi Dam Jatibarang Dibangun 2006BALAI KOTA-Pemasangan konstruksi Bendungan (Dam) Jatibarang, di Kali Kreo Semarang direncanakan mulai April 2006. Bendungan itu dirancang mempunyai ketinggian 77 meter dan panjang puncak 200 m. Bendungan itu merupakan bagian utama dari pembangunan Waduk Jatibarang. Namun sebelum melaksanakan kegiatan utama itu, Pemkot harus melakukan pembebasan tanah milik 340 orang warga setempat pada lahan seluas sekitar 150 hektare. Lahan seluas itu dimanfaatkan sebagai area genangan air waduk. Asisten Sekda Kota Semarang Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir Tata Pradana MT mengemukakan hal itu dalam Rapat Koordinasi Rencana Pembangunan Waduk Jatibarang, di Gedung M Ichsan Lt 8, Balai Kota Semarang, Senin (31/1). Rapat itu diikuti wakil Pemkot, Pemprov, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA), PDAM Kota Semarang dan instansi lain yang terkait. Menurut dia, tubuh bendungan itu bertipe Rockfill Dam, dengan kapasitas genangan total 20,4 juta m3, kapasitas pengendali banjir 3,1 juta m3, kapasitas air baku 10,5 juta m3, dan kapasitas endapan 6,8 m3. "Kalau pembebasan tanahnya dapat dirampungkan segera, maka pada tahun itu kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan. Sehingga setelah rapat ini, kami langsung membentuk beberapa tim dan merancang penandatangan MoU antara Pemkot, Pemprov dan Pemerintah Pusat," kata dia. Soal pendanaan pembangunan waduk, direncanakan sebesar 100,713 juta dolar AS. Dana itu merupakan pinjaman lunak Pemerintah Pusat dari Pemerintah Jepang. Dijelaskan, waduk itu akan berfungsi sebagai waduk serbaguna. Sejumlah fungsi kegiatan dapat dilakukan di kawasan itu. Waduk itu dapat berfungsi sebagai pemasok air bersih, pembangkit listrik, perikanan darat, dan pariwisata. Direktur Umum PDAM Sudarsono menambahkan, bendungan itu nantinya bisa memasok air bersih dengan kapasitas 2.000 lt/detik. Angka itu merupakan angka yang tinggi untuk pemenuhan air bersih di wilayah kota. Dikatakan, pelayanan kebutuhan air bersih di Kota Semarang sekarang belum mencakup wilayah Semarang. Dari jumlah penduduknya 1,4 juta jiwa, yang terlayani kebutuhan air bersih baru sekitar 40 persen. Sedang, sisanya (60 %) untuk memenuhi kebutuhan air bersih dipastikan mengambil dari air bawah tanah. "Padahal pengambilan air bawah tanah secara besar-besaran, khususnya di Semarang bagian bawah, menyebabkan penurunan tanah (Land Subsidence)," kata dia. Tata Pradana menambahkan, penurunan tanah itu mengakibatkan persoalan pada drainase kota. Terutama, apabila permukaan tanah hampir sama atau lebih rendah daripada permukaan air laut, maka sistem gravitasi drainase kota sudah tidak bisa dipakai. Untuk menanggulangi itu biasanya dipakai sistem polder. Padahal sistem itu tentu saja akan lebih banyak membutuhkan biaya operasi dan pemeliharaan. "Dari kondisi itu, pemenuhan kebutuhan air bersih yang air bakunya diambil dari air permukaan, sekarang menjadi sangat penting. Dalam kaitan dengan ini, maka pembangunan Waduk Jatibarang menjadi prioritas mendesak," papar Tata. (G17,G6,H1-64) Wilayah yang Terancam Banjir Perumahan Dosen Undip Dewi Sartika Sampangan Madukoro Panjangan Semarang Indah Bojongsalaman Kokrosono Basudewa Tanah Mas Luas Daerah Aliran Sungai Kali Kreo sampai ke Waduk : 53 Km2 Seluruh Kali Kreo : 70 km2 Kali Kripik : 34 km2 Kali Garang : 100 km2 Luas DAS keseluruhan (Termasuk Banjirkanal Barat) : 204 Km2 |