logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 KEDU & DIY
Line

Jelang Pilbup Purworejo

Fraksi Hanya Boleh Ajukan Satu Pasang Calon

PURWOREJO-Pemilihan Bupati (Pilbup) Purworejo menurut rencana akan dilakukan beberapa bulan mendatang. Untuk keperluan itu KPU Purworejo telah menyiapkan berbagai keperluan.

Ketua KPUD Drs Muslikhin Madiani menyatakan telah menyiapkan dua skenario pilbup. Namun, skenario itu belum baku karena masih dalam pembahasan berkelanjutan. Draf skenarionya adalah pemilihan dua putaran dan satu putaran.

Skenario pertama, yakni pemilihan dua putaran dengan jadwal pencoblosan akhir Juli/awal Agustus dan September. Jika hanya akan menerapkan satu putaran, pencoblosan dilakukan pada September. Padahal, masa jabatan Bupati H Marsaid SH MSi akan berakhir pada 30 Oktober 2005.

Kendati waktunya mepet, menurut Muslikhin, masih cukup untuk melantik Bupati terpilih agar tepat waktu. Perhitungan dia, waktu satu setengah bulan untuk merekap hasil pemilihan, penetapan dan ruang gugatan. Menurut Muslikhin, kemungkinan pilbup yang akan diberlakukan adalah pemilihan satu putaran.

Empat Pasang

Alasan dia, calon yang bisa diajukan partai di daerahnya paling banyak hanya empat pasang. Hal itu disesuaikan dengan ketentuan bahwa yang berhak mengajukan calon hanya fraksi yang memiliki 15% dari semua kursi Dewan. Dalam hal itu yang dianggap bisa mengajukan calon bupati adalah Fraksi Golkar, PDI-P, PKB, dan Fraksi Gabungan.

Setiap fraksi hanya boleh mengajukan satu pasang calon dan tidak boleh dicalonkan lagi oleh fraksi lain. Tidak seperti pada pilbup sebelumnya ada satu calon wakil bupati dipasangkan dengan tiga calon bupati dari fraksi berbeda. Dengan hanya empat pasang calon itu Muslikhin optimistis penghitungan hasil pilbup tidak akan lama.

Adapun pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati akan dibuka antara Mei dan Juni. Masa kampanye dijadwalkan 14 hari sejak Agustus hingga awal September. Soal aturan kampanye dia belum mengetahui PP-nya.

Sejalan dengan itu, dia meminta para calon tidak menggunakan kesempatan. Sebab, saat ini beberapa calon mulai melakukan kampanye atau menggalang pendukung. Dia tidak melarang hal itu asal masih dalam batas wajar dan tidak merugikan kepentingan umum. ''Jangan gunakan kesempatan. Tahu belum ada aturan terus mulai kampanye,'' ujarnya kemarin. (yon-76e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA