logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 KEDU & DIY
Line

Penilaian LPM terhadap Wali Kota Berbeda

MAGELANG- Berbeda dari komentar pengusaha yang menilai kinerja Wali Kota Magelang H Fahriyanto lima tahun adalah enam (SM 31/1), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kota Magelang, Mujiyono menilai dia berhasil membangun kota itu.

''Dia termasuk berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas. Kontribusi Pemkot terhadap kelurahan lewat LPM sangat besar dibandingkan dengan dulu. Seperti lewat program P2DP, jaring asmara (penjaringan aspirasi masyarakat), dan P2MPD, yang berjumlah sekitar Rp 300-Rp 400 juta/kelurahan,'' kata Mujiyono, Senin kemarin.

Menurutnya, sasaran pembangunan yang dilaksanakannya menyentuh rakyat karena proyek diputuskan melalui musyawarah pembangunan kelurahan (musbangkel). Dimulai dari usulan rapat rukun tetangga (RT), terus diajukan ke rukun wilayah (RW), LPM, kelurahan, kecamatan, dan terakhir maju ke Pemkot.

''P2DP ditangani langsung oleh masing-masing LPM, jaring asmara, dan P2MPD ditangani CV fokusnya sesuai dengan program kelurahan. Saat ini tidak ada lagi jalan di kampung yang masih dari tanah, semuanya sudah dipaving. Dulu malahan tidak ada dana-dana seperti itu,'' papar Mujiyono yang juga menjabat Ketua LPM Kelurahan Rejowinangun Selatan.

Omzet Naik

Ditanya tentang sasaran langsung ke rakyat, dia menuturkan, beras untuk rakyat miskin secara kontinu diberikan sehingga tidak ada warga Kota Magelang yang kekurangan beras. Home industry seperti peyek paru dan bandeng presto omzetnya juga naik. Berarti kesejahteraan karyawan juga meningkat.

Mengenai belum tertibnya pedagang kaki lima (PKL), Mujiyono mengatakan Pak Wali sudah berbuat banyak untuk mereka. "PKL diberi tempat supaya ekonominya meningkat.Tidak bisa mereka dihilangkan, karena mereka juga mencari nafkah.''

Dampaknya kota menjadi tidak bersih. Dia balik bertanya mana yang diutamakan kota bersih tetapi rakyatnya kelaparan, atau kota tidak bersih namun rakyatnya bisa mencari makan dan sejahtera. Mujiyono berpendapat yang terpenting iklim sejuk di Kota Magelang tetap terjaga.

Wali Kota saat dimintai konfirmasi melalui telepon selulernya beberapa kali selalu tidak aktif. Minggu sore lalu dia hanya menyatakan penilaian atas hasil kerjanya lima tahun diserahkan kepada masyarakat. Dia tidak mau berpolemik tentang hal itu.(P60-76s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA