| Selasa, 01 Februari 2005 | INTERNASIONAL |
''Dia Orang Jahat''SADO ISLAND - Mantan sersan AD AS (US Army) yang desersi ke Korut 40 tahun lalu mengatakan pemimpin Korut Kim Jong-il ''orang jahat''. Dia mengatakan hal itu dalam konferensi pers pertama sejak meninggalkan negara komunis itu. Charles Robert Jenkins, dari Rich Square di North Carolina, dipecat secara tidak hormat November lalu dan dipenjara 30 hari setelah dia mengakui telah desersi dari kesatuannya di Korsel karena dia ketakutan. Jenkins (64), yang kini tampak renta, tiba di Pulau Sado, Jepang, sekitar 300 kilometer baratlaut Tokyo pada 7 Desember untuk memulai hidup baru dengan seorang wanita Jepang yang dinikahinya di Korut. Pasangan itu punya dua putri. Ketika ditanya apa pendapatnya tentang Kim Jong-il, dia menjawab: ''Saya tidak pernah bertemu Kim Jong-il. Namun dia orang jahat.'' ''Selama rezim Kim Jong-il, adakah orang yang mengatakan kebaikan pemerintahannya kecuali beberapa pembantu dekatnya? Itu merupakan sistem negara sosialis yang mengeksploitasi dan menindas rakyat.'' Ini kali pertama Jenkins menanggapi pernyataan dalam suatu konferensi pers, meskipun dia membacakan pernyataan kepada wartawan setelah tiba di Sado bulan lalu. Dia masih menjadi sersan berusia 24 tahun saat dia melarikan diri ke Korut pada Januari 1965 dalam suatu patroli malam di Korsel. Di Korut, dia menjadi bagian dari mesin propaganda Pyongyang dan menikah dengan Hitomi Soga, wanita Jepang yang diculik dari kampung halamannya oleh agen-agen rahasia Korut pada 1978. Soga (45) akhirnya diizinkan untuk meninggalkan Korut bersama empat korban penculikan lainnya pada 2002. Dia bertemu kembali dengan Jenkins dan dua putri mereka pada Juli 2004 di Jakarta. Jenkins mengatakan, selama 15 tahun pertama di Korut, dia ''hidup seperti anjing''. Namun kehidupannya berubah setelah dia bertemu Soga, yang membujuknya untuk berhenti berperang bersama otoritas-otoritas Korut.(rtr-ben-46) |