| Selasa, 01 Februari 2005 | INTERNASIONAL |
Kim Jong-il Akan Serahkan KekuasaanSEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il pada saatnya kelak akan menyerahkan kekuasaan kepada salah satu putranya, lapor media Korsel mengutip radio Pemerintah Korut yang menyiarkan berita tersebut belum lama ini. Laporan itu telah menarik perhatian para pengamat bukan hanya mengenai muatan berita, melainkan juga waktu ucapan Kim Jong-il itu disampaikan. Koran Korsel JoongAng Ilbo melaporkan, radio pemerintah Korut KRT mengutip ucapan Kim Jong-il bahwa dia akan mematuhi wasiat ayahnya (pendiri Korut Kim Il-sung) bahwa revolusi bakal dilanjutkan oleh cucunya. Negara yang tertutup itu telah diperintah selama 60 tahun oleh kepemimpinan warisan, bapak dan anak Kim. Hal itu membuat Korut menjadi satu-satunya negara komunis di dunia yang menganut sistem suksesi ala dinasti. ''Saya akan mematuhi instruksi-instruksi ayah,'' kata Kim Jong-il kepada radio KRT, seperti dikutip koran JoongAng Ilbo. Kim Il-sung wafat pada 1994 dan dalam waktu tiga tahun putranya, Kim Jong-il, mengambil alih jabatan Ketua Komisi Pertahanan yang sangat berpengaruh. Tak Terduga Dia tak pernah memegang jabatan presiden untuk menghormati mendiang ayahnya, yang masih dikultuskan. ''Jika tradisi kita sangat agung, maka pewarisan kekuasaan pastilah juga amat baik,'' katanya. Para analis dan eks pejabat Korsel melihat tidak ada kejutan dalam rencana penyerahan kekuasaan dari Kim Jong-il ke salah seorang putranya. Namun mereka mengatakan, waktu penyampaian kabar itu sungguh tak terduga. ''Mengapa sekarang?'' tanya Peter Beck dari International Crisis Group, LSM yang bermarkas di Brussels. Mantan Sekretaris Presiden Korsel Hwang Won-taek mengatakan, laporan itu seharusnya tidak dianggap mengejutkan apabila mempertimbangkan dasar suksesi Kim Jong-il yang dimulai ketika dia berusia 20-an tahun. Dia mendampingi eks Presiden Korsel Kim Dae-jung ke Pyongyang pada 2000 untuk menghadiri KTT di antara para pemimpin dua negara Korea tersebut. Baik Dinas Intelijen Nasional Korsel - yang memantau radio Korut - maupun Kementerian Unifikasi menolak untuk memberikan transkrip siaran radio Korut tersebut. Kantor berita Korsel Yonhap, yang juga memantau siaran radio itu, tidak mengetahui komentar pemimpin Korut pada 27 Januari tersebut. Punya Tiga Putra Laporan tahun lalu menyatakan potret-potret Kim Jong-il, yang telah lama menghiasi dinding rumah-rumah dan gedung-gedung, telah dilepaskan dari tempat foto itu biasa terpasang. Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa cengkeraman kekuasaannya mungkin melemah. Para pejabat Korsel mengatakan, tidak ada bukti untuk mendukung teori tersebut. Para wakil rakyat AS yang berkunjung ke Pyongyang awal Januari mengatakan, potret-potret Kim Jong-il tetap terpasang. Kim Jong-il diketahui punya tiga putra dari dua perkawinannya. Dua putranya yang termuda, yakni Jong-chol (24) dan Jong-un (22), diduga bakal menjadi penggantinya. Kenji Fujimoto, warga Jepang yang telah 13 tahun sejak 1980-an sampai 1990-an menjadi juru masak keluarga Kim, meragukan kemungkinan putra yang kedua dipilih sebagai pengganti pemimpin Korut tersebut. ''Kim Jong-il sering berbicara jelek tentang Jong-chol,'' kata Fujimoto. Putra yang tertua, Kim Jong-nam, ditahan beberapa tahun lalu dalam suatu perjalanan ke Jepang dengan menggunakan paspor palsu dan diduga tidak disukai ayahnya.(rtr-ben-46) |