logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Korban Flu Burung Meningkat di Vietnam

HANOI - Seorang gadis kecil berusia 10 tahun di Vietnam meninggal akibat flu burung, sehingga korban virus tersebut di negara itu menjadi 12 orang bulan ini.

Pejabat kesehatan Ngo Van Hoang mengatakan, gadis kecil itu demam tinggi dan mengalami batuk hebat satu minggu setelah membantu keluarganya menguburkan beberapa ayam.

Peningkatan korban tewas akibat virus flu burung itu memunculkan kekhawatiran bahwa wabah yang tahun lalu menyerang 10 negara Asia itu bisa jadi akan muncul kembali.

Kenyataan terbaru itu juga memperbesar kekhawatiran berbagai peneliti bahwa virus itu bisa bermutasi sehingga mampu menular dari manusia ke manusia.

Pejabat Vietnam saat ini menyelidiki apakah seorang gadis berusia 13 tahun dan ibunya dari Provinsi Dong Thap yang tewas dua minggu lalu saling menularkan virus flu burung itu satu sama lain atau tertular lewat bebek.

Mereka juga khawatir bahwa virus flu burung menjadi penyebab kematian seorang perempuan Kamboja berusia 25 tahun, yang meninggal di Vietnam Selatan hari Sabtu.

Saat ini berbagai tes sedang dilakukan untuk memastikan penyebab kematian, namun para dokter kepada kantor berita Reuters mengatakan, mereka khawatir karena kakak lelaki perempuan itu baru meninggal akibat kegagalan sistem pernapasan.

Sudah 12 Tewas

Jenis virus yang mematikan, H5N1, September lalu dicurigai bisa menular dari manusia ke manusia lain, saat seorang ibu di Thailand dicurigai terkena virus itu lewat anaknya.

Namun para pakar khususnya khawatir bila virus itu bisa bergabung dengan virus flu manusia, bila seseorang terinfeksi kedua jenis virus tersebut.

Bila virus tersebut saling bertukar gen, maka sebuah virus baru yang sangat menular bisa tercipta dan akan dengan sangat mudah menular dari satu manusia ke manusia lain.

Beberapa bulan terakhir, 12 orang meninggal akibat flu burung di Vietnam. Wartawan BBC untuk Asia Tenggara melaporkan, saat ini sulit untuk mengendalikan penyebaran virus tersebut.

Banyak warga Vietnam yang saat ini bepergian, mudik ke kampung halaman untuk merayakan hari Tet, atau tahun baru.

Dalam perayaan itu, ayam menjadi hidangan favorit sehingga banyak keluarga yang mungkin akan ragu untuk memasak hidangan ayam.

Para pakar juga memperingatkan, cuaca yang lebih dingin kemungkinan bisa membantu penyebaran wabah tersebut.

Flu burung telah menewaskan 12 orang di Thailand dan 32 orang di Vietnam sejak Januari tahun lalu.

Belasan juta ayam dan ternak unggas lain telah dibunuh untuk menghentikan kemungkinan penyebaran virus tersebut.(bbc-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA