| Selasa, 01 Februari 2005 | INTERNASIONAL |
10 Hilang akibat Jatuhnya Hercules Inggris di IrakLONDON - Sepuluh personel militer Inggris hilang, diduga tewas, setelah kecelakaan pesawat angkut Inggris Minggu lalu di Irak, kata Menhan Geoff Hoon Senin kemarin. Dia mengatakan dalam suatu pernyataan, dia mengetahui laporan bahwa pesawat tersebut mungkin ditembak jatuh. Namun dia menambahkan: ''Kami tidak dalam posisi untuk mengambil kesimpulan apa pun, sampai penyidikan selesai.'' Dia memberikan konfirmasi bahwa peristiwa itu merupakan kehilangan personel militer Inggris terbesar sejak invasi pimpinan AS di Irak. Menurutnya, sembilan personel AU Inggris (Royal Air Force) dan seorang serdadu hilang atau diduga tewas dalam kecelakaan saat hari pemungutan suara Irak. Laporan-laporan sebelumnya menyatakan, kemungkinan 15 orang tewas. Hoon mengatakan, pasukan Amerika dan Inggris telah mengamankan lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Mereka telah menemukan mayat-mayat korban dan berupaya menentukan apa yang menyebabkan pesawat besar itu jatuh di daerah gurun tersebut. Puing Berserakan Di antara mayat-mayat tersebut terdapat korban tewas pertama Australia dalam perang di Irak. Korban adalah eks anggota AU Australia yang bergabung dengan Royal Air Force Inggris. Puing-puing pesawat Hercules C-130 berserakan di gurun tempat ia jatuh, sekitar 30 kilometer di baratlaut Bagdad. Hal itu menimbulkan spekulasi di kalangan pakar pertahanan bahwa pesawat tersebut ditembak gerilyawan. ''Ini mungkin akibat serangan gerilya,'' kata Marsekal Muda Tony Mason, penasihat pertahanan Parlemen Inggris. Hercules tersebut, yang dianggap pesawat paling aman dan dapat diandalkan pasukan Inggris, mungkin menjadi sasaran rudal pencari panas darat-ke-udara atau ''tembakan mujur'' beberapa senjata kecil, katanya. Sebuah kelompok militan yang kurang dikenal menyatakan melalui internet bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan terhadap pesawat itu. Namun klaim-klaim kelompok tersebut pada masa lalu tak pernah digubris. ''Kaum mujahidin menembakkan rudal antikendaraan lapis baja ke Hercules C-130 tersebut ketika ia terbang rendah,'' bunyi pernyataan Kelompok Ansar al-Islam Brigade Saad bin Abi Waqqas. Nama kelompok itu mirip dengan grup militan Ansar al-Islam yang melakukan serangkaian serangan gerilya. Tim Ripley, analis pertahanan di Pusat Studi Pertahanan dan Keamanan Internasional Inggris, mengatakan pesawat itu kemungkinan menjadi sasaran serangan gerilya. (rtr-ben-46) |