| Selasa, 01 Februari 2005 | EKONOMI |
Pemasaran Susu Perlu DiperbaikiMALANG-Daya serap susu sekarang belum maksimal karena keterbatasan sistem pemasaran. Akibatnya, banyak peternak sapi perah yang berkesan apatis atas usahanya karena keuntungan yang diperoleh tidak memuaskan. Demikian dikemukakan oleh para peternak sapi perah saat Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali melakukan kunjungan kerja ke KUD Dau Kabupaten Malang, baru-baru ini. Menteri kemudian memberikan solusi antara lain pemerintah akan menekan bea masuk tata niaga berbagai keperluan produksi susu yang diimpor. Menurut dia, peningkatan peralatan produksi susu bisa meningkatkan kualitas susu sehingga harganya pun diharapkan kian baik. "Tetapi yang bisa segera dirasakan dampaknya adalah memperbaiki sistem pemasaran sehingga jaringan pemasarannya lebih luas," ujarnya. Pabrik pengolahan susu swasta juga diminta perannya dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh peternak sapi perah. Pemerintah sudah banyak memberikan kemudahan baik dalam bentuk dana segar maupun bantuan sapi asal Australia. D Riyanto, Pelaksana Harian Manajer KUD Dau mengatakan penurunan produksi susu hingga 10% dibandingkan dengan bulan-bulan lalu karena kebanyakan sapi perah hanya makan hijauan. Pakan tersebut hanya memiliki kandungan serat sedikit sehingga kualitas susu turun. "Kandungan lemak berkurang dan berdampak pada rasa susu. Seharusnya sapi perah selain diberi pakan hijauan, perlu tambahan konsentrat yang tidak terdapat pada rumput," tuturnya. Pihaknya sudah menyarankan kepada 525 peternak sapi perah binaannya agar menambah pakan konsentrat bagi ternaknya. Produksi susu di KUD Dau, kata dia, kini mencapai 5,5 ton/hari yang dihasilkan dari sekitar 800 ekor sapi perah. Susu kiriman peternak di sekitar KUD mencapai 7,6 ton/hari. (jo-53) |