| Selasa, 01 Februari 2005 | EKONOMI |
3.750 Ton Gula Impor Segera DipasarkanSEMARANG-Sebanyak 3.750 ton gula impor milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Surabaya pekan depan dipasarkan di Jateng. Untuk memasarkan gula asal Thailand itu 34 distributor telah ditunjuk dan mendapat kuota (jatah) dengan harga tebus Rp 4.700/kg. ''Proses penentuan kuota untuk pendistribusian telah dilakukan hari ini (kemarin-Red) dan paling tidak pekan depan sudah bisa dipasarkan oleh distributor,'' kata P Edison Ambarura, Kepala Sub Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, seusai rapat penentuan kouta gula impor di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), kemarin. Menurut dia, realisasi penyaluran ke pasaran akan lebih cepat jika distributor lebih dini menebus gula PTPN XI di gudang kawasan Candi. Proses sebelum penebusan memakan waktu sekitar 4 hari. ''Dengan harga tebus Rp 4.700/kg diharapkan bisa sampai ke tangan konsumen Rp 5.200-Rp 5.300/kg,'' jelasnya. Dalam penentuan distributor beserta kuotanya, Edison menyatakan pihaknya hanya sebagai fasilitator pertemuan dan yang menentukan kuota PTPN XI. Selain itu, pertimbangan dalam penentuan distributor menyangkut soal kemampuan finansial dan kredibilitas. ''Jadi Dinas Perindustrian dan Perdagangan tidak berhak menentukan distributor mana yang bisa memasarkan gula impor itu,'' tegasnya. Ia mengakui meski nanti gula impor itu dipasarkan, tidak lantas harga di pasaran yang saat ini berkisar Rp 5.300-Rp 5.400/kg akan turun, karena hal tersebut juga terkait dengan pasokan dan permintaan. ''Tetapi paling tidak akan ada dampak positif di pasaran karena ketersediaan stok dipastikan lebih baik dari sekarang,'' tuturnya. Dia menyatakan kenaikan harga gula disebabkan pula oleh tren kenaikan harga gula dunia yang saat ini mencapai 304 dolar AS/metrik ton. Harga gula impor yang tinggi dipengaruhi oleh bea masuk impor yang sekarang Rp 790/kg. Edison memaparkan selain gula impor milik PTPN XI, dalam waktu dekat gula impor milik PTPN IX segera dipasarkan. Saat ini 3.300 ton gula impor milik PTPN IX sudah selesai dibongkar dan dalam tahap penyelesaian administratif di Kantor Bea dan Cukai. ''Setelah segel dibuka Bea dan Cukai baru distributornya ditetapkan. Itu pun dilakukan oleh PTPN IX sendiri karena sudah mengetahui distributor mana yang bisa memasarkan gulanya,'' ujarnya. Dia menyebutkan tahun ini secara keseluruhan diperkirakan gula impor yang akan masuk Jateng sebanyak 56.250 ton dan 12.700 ton di antaranya dikirim ke Yogyakarta. (G2-53) Gula Impor yang Akan Masuk Jateng
| ||||||||||