logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 EKONOMI
Line

BEJ Pinjam 5 Juta Dolar

JAKARTA-PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) akan mengajukan pinjaman lunak senilai 5 juta dolar AS kepada International Finance Corporation (IFC) untuk pengembangan infrastrukturnya.

Demikian dikemukakan oleh Direktur Utama Erry Firmansyah di Gedung BEJ Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, kemarin.

"Kita butuh 5 juta dolar AS untuk pengembangan teknologi informasi yang akan dilaksanakan tahun ini," jelasnya.

Namun ia mengaku belum tahu kapan pinjaman itu bisa direalisasi. Namun yang jelas IFC telah datang ke BEJ pekan lalu.

"Mereka sudah mempelajari data yang kita kirimkan. Tinggal ditindaklanjuti saja," tegasnya.

Pihaknya terpaksa meminjam ke IFC karena permintaan hibah ke Bank Dunia tidak mungkin, sedangkan pinjaman komersial juga tidak bisa karena BEJ merupakan instansi nonprofit.

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Oktober 2004 lalu BEJ menargetkan investasi tahun 2005 mencapai Rp 48,56 triliun. Jumlah itu lebih tinggi dari tahun lalu sebesar Rp 16,529 triliun.

Peningkatan investasi itu sehubungan dengan rencana BEJ melakukan up grade mesin baru serta pembuatan mesin untuk produk derivatif, di samping meningkatkan fungsi mesin untuk saham.

Turun Tipis

Sementara itu indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEJ kemarin ditutup turun tipis 1,048 poin menjadi 1045,435.

Pelaku pasar melakukan konsolidasi dan hanya bermain di saham lapis kedua.

Indeks LQ 45 juga turun 0,518 menjadi 227,733, JII turun 0,086 poin menjadi 174,187, MBX turun 0,350 menjadi 278,821, dan DBX naik 0,074 menjadi 240,958.

Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi 13.007 kali dengan volume 3.422.320 lot saham senilai Rp 1,078 triliun. Sebanyak 51 saham naik harganya, 66 saham turun, dan 248 saham stagnan. (dtc-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA