logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 EKONOMI
Line

Masyarakat Semarang Pesimistis terhadap Kondisi Ekonomi

SEMARANG-Hasil survei konsumen Kota Semarang yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) Semarang menunjukkan Januari ini ada penurunan optimisme.

Bahkan, terjadi perubahan ekspektasi dari optimistis menjadi pesimistis atas kondisi ekonomi saat ini dibandingkan dengan 6 bulan lalu.

Pemimpin BI Semarang Amril Arief mengatakan perubahan ekspektasi itu tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang turun dari 125,83 menjadi 89,84.

''Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) juga turun dari 104,11 menjadi 81,33 yang menggambarkan ada perubahan ekspektasi konsumen atas kondisi ekonomi dari optimistis menjadi pesimistis. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turun pula dari 147,56 menjadi 116,56,'' ujarnya, kemarin.

Ia menambahkan ekspektasi konsumen atas kondisi ekonomi, kondisi keuangan, dan rencana konsumsi menunjukkan indeks yang menurun dari optimistis menjadi pesimistis. Hal itu tercermin pada penurunan consumer confidence index atau Indeks Kepercayaan Konsumen dari 107,10 pada Desember 2004 menjadi 97,50 pada Januari 2005.

Penurunan ekspektasi konsumen berdasarkan hasil survei Januari 2005 itu diprediksi terkait dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM meskipun masih terbatas, yakni pertamax dan elpiji.

Selain itu, disebabkan oleh kekhawatiran konsumen bahwa kebijakan menaikkan harga beberapa jenis BBM akan diberlakukan pula pada jenis-jenis lainnya.

''Di samping itu, harapan masyarakat belum terpenuhi dalam program 100 hari pemerintahan baru untuk membawa perubahan ekonomi ke arah yang lebih maju dari sebelumnya,'' kata Amril.

Dia menambahkan faktor lainnya yang turut memengaruhi penurunan ekspektasi konsumen adalah ketidakstabilan keamanan, sosial-politik, serta gangguan distribusi barang dan jasa. (G2-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA