logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 EKONOMI
Line

Ditunjuk, Penasihat Keuangan Global Bond

JAKARTA-Departemen Keuangan telah menunjuk tiga lead manager dan dua co lead manager penasihat keuangan penerbitan obligasi internasional (global bond) yang akan dikeluarkan Maret mendatang.

"Pemilihan sudah dilakukan dan kami putuskan ada tiga lead manager dan dua co lead manager. Mereka akan bekerja sama dalam proses penerbitan global bond tersebut," kata Menteri Keuangan Jusuf Anwar di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, tiga lead manager tersebut adalah Deutches Bank, City Group, dan UBS, sedangkan JP Morgan dan Credit Suisse First Boston (CSFB) sebagai co lead manager.

Kelima perusahaan keuangan internasional tersebut, lanjut dia, merupakan bagian dari 17 perusahaan yang menyatakan tertarik menjadi penasehat keuangan penerbitan obligasi internasional.

Pembagian tugas di antara mereka, menurut Menteri Keuangan, akan diatur oleh lead manager-nya, misalnya pelaksanaan road show ke luar negeri dalam waktu dekat.

"Road show untuk menawarkan obligasi itu dilakukan di seluruh pusat ekonomi internasional. Antara lain menggambarkan perkembangan pembangunan di Indonesia," jelasnya.

Pemerintah, kata dia, tetap berencana menerbitkan global bond tersebut dalam mata uang dolar AS dan membantah akan menerbitkan pula dalam mata uang euro.

"Kurs euro dinilai masih tinggi risiko valasnya, sedangkan hasil ekspor kita lebih banyak dalam dolar AS," jelasnya.

Mengkaji

Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan Mulia Nasution mengatakan pihaknya sedang mengkaji kemungkinan menerbitkan obligasi internasional (global bond) yang berdenominasi euro.

"Ada kemungkinan diterbitkan dalam euro, tetapi belum diputuskan. Saat ini sedang dikaji," ujarnya.

Penerbitan obligasi denominasi euro tersebut merupakan bagian dari rencana penerbitan obligasi internasional berdenominasi dolar AS yang diperkirakan nilainya sekitar 1 miliar dolar AS pada Maret nanti.

"Jumlah yang pasti sekitar 1 miliar dolar AS, tetapi berapa yang berdenominasi euro akan kita hitung kembali komposisinya," kata Mulia.

Namun, menurut dia, kalaupun obligasi yang berdenominasi euro jadi diterbitkan maka jumlahnya tidak akan terlalu besar dengan pertimbangan mata uang euro merupakan mata uang baru.

Respon untuk membeli global bond pemerintah itu diperkirakan cukup besar mengingat rating pemerintah yang terus naik sebagaimana yang baru-baru ini diumumkan oleh Lembaga Rating Internasional Fitch.

Sementara itu mengenai penerbitan obligasi lokal atau Surat Utang Negara (SUN), Mulia mengatakan pemerintah berencana melakukan lelang kembali pada Februari ini sesuai dengan target untuk menerbitkan rutin tiap bulan.

"Target indikatifnya sekitar Rp 2 triliun dan akan dilelang sekitar akhir Februari," jelasnya.

Tahun ini pemerintah berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 43 triliun yang akan digunakan untuk menutup defisit APBN.(ant-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA