logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 BUDAYA
Line

KDI, Upaya Naikkan Gengsi Dangdut

KETIKA ajang pencari bakat marak di sejumlah stasiun televisi, Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) seperti tak mau kalah. Stasiun televisi yang mengandalkan tayangan yang sangat Indonesia ini pun menggelar Kontes Dangdut TPI (KDI) yang merupakan wujud kepedulian stasiun televisi tersebut terhadap perkembangan musik dangdut di Indonesia.

Selama ini TPI dikenal sebagai stasiun televisi yang sangat peduli terhadap perkembangan musik dandgut. Televisi ini juga yang kali pertama mengangkat musik dangdut menjadi tayangan yang layak ditonton bahkan telah memberikan apresiasi tersendiri melalui Anugerah Dangdut TPI yang digelar setiap tahun.

Ingin terus menjadi televisi terdepan di musik dangdut, TPI pun menggelar KDI yang kini sudah memasuki musim kedua. Audisi KDI 2 sudah digelar di berbagai kota besar di Indonesia dan nantinya kembali akan tampil dalam Konser KDI yang memperebutkan gelar terbaik di pentas dangdut.

Pada musim pertama, KDI berhasil menjaring 35 semifinalis yang kemudian disaring lagi menjadi 14 finalis dari tujuh kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Makassar. Mereka menjalani karantina untuk meningkatkan kemampuan di musik dangdut.

Tidak hanya kualitas vokal tapi juga dalam penampilan di atas panggung dan cara berbusana yang baik sebagai seorang penyanyi. Dari konser yang digelar setiap Selasa malam, terbukti masing-masing finalis memiliki kualitas penampilan yang luar biasa.

Mereka rata-rata memang telah memiliki kemampuan olah vokal yang bagus, meski memang masih harus terus diasah. Tidak semata mengandalkan penampilan fisik atau goyangan, tetapi mereka mengandalkan kualitas vokal.

Kualitas yang bagus itu terbukti dari banyaknya perusahaan rekaman yang menyatakan keinginannya untuk merekam suara para semifinalis itu.

''Sudah ada perusahaan rekaman yang ingin membuatkan album ke-21 semifinalis yang gagal masuk final. Tapi konsentrasi TPI sekarang tertuju ke 14 finalis dulu. Kalau nanti urusan dengan mereka sudah beres, baru ke 21 semifinalis ini kita pikirkan untuk dibuatkan album,'' tutur Daniel G Resowijoyo selaku Direktur Program.

Terus Belajar

Dari perjalanan setiap minggunya, memang harus ada yang dijemput pulang dan tak bisa meneruskan konser. Tetapi bukan berarti mereka yang sudah dijemput lalu boleh berleha-leha. ''Mereka tetap harus terus belajar dan berlatih. Meskipun sudah tidak ikut konser, tetapi latihan jalan terus,'' urai Nala Rinaldo, Kepala Divisi Produksi.

Ketika Konser KDI digelar setiap Selasa malam, histeria penonton memang luar biasa. Tidak hanya mereka yang menyaksikan langsung jalannya konser di Teater Tanah Airku di Taman Mini Indonesia Indah, tapi juga mereka yang menonton melalui pesawat televisi masing-masing.

''Menurut beberapa rekan media, setiap Selasa malam jalan-jalan di beberapa kota menjadi sepi. Masyarakatnya kebanyakan menonton KDI di televisi,'' kata Artine S Utomo, Wakil Direktur Utama.

Penonton KDI ternyata bukan hanya dari kalangan penggemar dangdut. Mereka yang selama ini seperti mencemooh jenis musik yang satu ini, ternyata juga menjadi penonton setia. Penampilan musik dangdut di KDI memang telah mengubah citra musik yang selama ini dicap "kampungan" menjadi musik yang elegan, anggun, dan cerdas dalam pengemasan.

Tidak hanya karena penyanyinya mengandalkan kualitas suara bukan sekadar goyangan, tetapi juga ditambah musik pengiring dari Purwatjaraka Band yang mampu menjadikan musik dangdut memiliki kelas tersendiri. Purwatjaraka mampu menghadirkan musik dangdut dalam kemasan yang sangat anggun di telinga. Tak heran, mereka yang semula enggan melirik musik ini, sekarang tak lagi malu bergoyang setiap kali menonton KDI.

Semula ke-14 finalis itu memang bukan siapa-siapa, tapi sekarang siapa yang tak mengenal Siti, Nazar, Safar, Armed, Rivana, Maya, Rosita, Narendra, Aan, Selvi, Eva, Aidil dan Rasmi. Mereka bukan hanya menjadi sangat terkenal tetapi juga menjadi simbol musik dangdut yang berkelas, musik dangdut dengan gengsi tersendiri.

Di musim kedua ini, mampukan TPI kembali melambungkan citra dangdut ke tingkat yang lebih tinggi lagi? Kita tunggu kiprahnya di KDI 2. (Tresnawati-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA