logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 BANYUMAS
Line

Bupati Tak Akan Menghindar

PURWOKERTO - Bupati Banyumas HM Aris Setiono SH menyatakan tidak akan menghindar bila suatu saat dirinya juga dimintai keterangan oleh pihak Polres, terkait dengan dugaan korupsi APBD 2002-2003 oleh DPRD 1999-2004. Dia akan kooperatif dan tetap mendukung langkah yang telah diambil aparat penegak hukum.

''Kalaupun saya dipanggil, pasti akan datang. Sebab saya menghormati proses hukum yang berlaku. Meskipun sebelumnya dari pihak eksekutif juga sudah memberikan keterangan,'' ujar Bupati saat dihubungi lewat telepon selulernya, kemarin.

Saat dihubungi, dia sedang berada di Semarang untuk menerima penghargaan atas prestasi yang diraih Gerumbul Cibun Desa Sunyalangu, Karanglewas, sebagai juara pertama lomba pemberdayaan masyarakat dan aparat dalam bidang pembangunan dan perekonomian tingkat Jateng yang diadakan Dinas Pemukiman dan Tata Ruang Kota dalam rangka Hari Habibat Internasional.

Kooperatif

Sikap kooperatif pihak eksekutif selama proses pemeriksaan, kata Aris, anak buahnya mulai dari jajaran Sekda hingga staf di lingkungan Sekretaris Dewan juga datang memenuhi panggilan. Termasuk juga memberikan data yang dibutuhkan.

Bupati juga menyatakan tidak akan menanggapi pernyataan dari salah satu mantan anggota DPRD 1999-2004 Husein Alkaff, salah satu tersangka yang saat ini ditahan Polres. Seperti diberitakan sebelumnya, Husein mendesak pihak penyidik Polres agar ikut menetapkan Bupati Aris Setiono sebagai tersangka. Bila perlu juga menahannya. Sebab yang bersangkutan dinilai juga terlibat dalam proses keputusan anggaran DPRD.

Sikap menahan diri itu, katanya, dimaksudkan untuk menghindari terjadinya polemik di masyarakat. Sebab proses hukum sedang ada ditangan polisi sehingga tetap harus dipercayakan kepada pihak berwenang tersebut. (G22-200m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA