| Selasa, 01 Februari 2005 | BANYUMAS |
DKK Pantau Penderita MalariaPURWOKERTO-Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas terus memantau kondisi kesehatan enam warga Desa Tamansari yang kabur dari hutan di Kalimantan Timur. Pantauan itu dilakukan karena setelah dilakukan tes darah, mereka positif mengidap malaria. Selain memantau perkembangan mereka, DKK juga telah melayangkan surat kepada para kepala desa untuk mendata orang yang datang dari luar Jawa terutama dari daerah endemik malaria. Seperti diberitakan harian ini kemarin enam warga Desa Tamansari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas diperkirakan mengidap malaria. Penyakit dengan gejala panas dingin dan tubuh menggigil itu diduga dibawa dari tempat mereka bekerja sebagai buruh tebang kayu di kawasan hutan Kalimantan Timur. Mereka tiba di desanya dari Kalimantan pada Kamis (13/1) dini hari. Sesampai di rumah kesehatan mereka semakin menurun. Keenam warga Tamansari itu adalah Dasitun (30), Daryoto (30), Budi Pranoto alias Tarman (30), Warsitun (30) dan adiknya bernama Seko (17) serta Nidin (30). Bahkan, Nidin akhirnya meninggal dunia. Menurut Khalid, dari lima penderita yang positif malaria itu saat ini tinggal Warsitun yang masih parah. Yang lain mulai membaik. Meski mulai pulih mereka masih terus berobat jalan. ''Obat jalan ini dilakukan 14 hari agar benar-benar tuntas,'' kata dia. Selain memantau para penderita, katanya, DKK juga melakukan kegiatan penangkapan nyamuk. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah di rumah lingkungan sekitar tempat tinggal penderita ada nyamuk malaria atau tidak. Bila dalam kegiatan itu ditemukan nyamuk penyebar malaria, yakni nyamuk anopheles, akan dilakukan pemberantasan sarang nyamuk. Namun, bila tidak ditemukan, penularan penyakit malaria dari penderita tidak akan terjadi. (G23-20e) |