logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Februari 2005 BANYUMAS
Line

Pedagang Berjualan di Tepi Jalan

BANJARNEGARA-Gara-gara dagangan tak laku para pedagang Pasar Sayur Banjarnegara meninggalkan pasar darurat di stadion Banjarnegara. Mereka pindah berjualan di pinggir jalan sekitar pasar lama yang kini sedang dibangun kembali.

Jarak antara pasar darurat dan pasar lama sekitar 500 meter. Para pedagang berjualan di jalan sebelah timur dan di depan pasar lama. Meski kehujanan dan kepanasan karena tak ada peneduh, para pedagang mengaku lebih suka berjualan di tempat itu. ''Ketika pasar lama akan dibangun, saya memang ikut pindah ke pasar darurat pada awal Januari lalu. Namun, setelah berjalan dua minggu, dagangan saya tak laku. Dalam sehari saya hanya dapat uang Rp 4.000. Buah rambutan yang saya jual akhirnya busuk karena tak laku,'' kata Siti, seorang pedagang buah-buahan.

Bersama puluhan pedagang lain, seperti pedagang sayur, ikan, dan sembako, Siti nekat berjualan di jalan sebelah timur pasar lama. Selain di tempat itu, di tepi jalan depan pasar lama juga digunakan untuk berjualan.

Diperbolehkan

Dia mengakui, sebenarnya berjualan di tepi jalan di sekitar pasar lama yang sedang dibangun tidak diperbolehkan. Petugas Satpol PP sudah mengingatkan tapi sampai saat ini belum mengambil tindakan.

''Katanya akan dirazia, tapi sampai kini masih dibiarkan. Hanya diingatkan agar berjualan di pasar darurat,'' imbuhnya.

Pedagang memilih berjualan di tepi jalan karena lebih ramai. Angkutan umum pun banyak mangkal di sekitar pasar lama. Jalan raya di sekitar pasar lama menjadi semrawut karena selain untuk parkir angkutan umum juga banyak pedagang berjualan di tepi jalan.

Los dan kios di pasar darurat yang dibangun untuk menampung sekitar 2.000 pedagang masih banyak yang kosong. Mereka yang mestinya menempati los atau kios di pasar darurat sebagian meninggalkan lokasi itu karena dagangan tak laku.

Menurut Siti dan sejumlah pedagang yang lain, jika diminta berjualan di pasar darurat yang sepi pembeli lebih dari setahun, para pedagang akan gulung tikar. ''Bagaimana tak bangkrut, dagangan kami tak laku karena sepi pembeli,'' tandasnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banjarnegara Aris Sudarmanto yang dimintai konfirmasi kemarin mengatakan, para pedagang sebagian memang ada yang berjualan di tepi jalan sekitar pasar lama. Mereka yang berjualan di pasar darurat meninggalkan tempat jualannya ke tepi jalan dengan harapan dagangannya bisa laku. (G23-92e,s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA