| Selasa, 01 Februari 2005 | BANYUMAS |
"Racun Bukan dari Jamur"PURWOKERTO- Keracunan yang dialami empat warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumbang, Banyumas bukan mutlak disebabkan dari jamur wulan yang dikonsumsi mereka. Kemungkinan masih ada faktor lain yang diduga mengandung unsur racun. Sebab, jamur jenis itu sudah biasa dikonsumsi atau dimasak. Untuk jenis-jenis tertentu, memang ada yang mengadung racun. Demikian dikatakan dokter Chaerul Mufied, mantan Kepala DKKS Banyumas, kemarin. Untuk jamur jenis wulan unsur racunnya sangat kecil. Namun untuk jenis jamur lain ada yang mengandung racun sangat membahayakan. ''Kemungkinan itu dari unsur lain. Misalnya bahan masakan yang lain atau alat masaknya. Kalau dari jamur wulan kecil kemungkinannnya. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga mengandung racun kalau cara masaknya salah,'' ujar dokter umum itu. Dampak paling fatal dari keracunan oleh jamur, ujar Mufied, korban bisa terganggu sistem tubuhnya. Seperti jantung, pernafasan, sistem pencernaan, dan saraf. Kalau tidak tertolong, yang bersangkutan bisa shock dan lama-kelamaan jatuh pingsan ataupun meninggal. Untuk keracunan ringan, yang bersangkutan akan mengalami pusing, mual, dan lemas. Biasanya yang terkena dulu adalah sistem pencernaannya. Untuk mengatasinya, bahan makanan yang dikomsumsi harus dimuntahkan (dikuras). ''Setelah itu yang bersangkutan diberi cairan penguat seperti diinfus ataupun bahan makanan penguat lainnya,'' ujarnya. Dia menduga keracunan warga Banjarsari disebabkan dari tempe yang dicampur jamur saat dimasak. Tetapi bisa juga alat yang dipakai untuk masak tidak bersih atau mengandung zat-zat lain yang membahayakan. (G22-20s) |