logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 PANTURA
Line

Seorang Pencuri Sarang Burung Tertangkap

  • Tujuh Pelaku Kabur di Gelepan Malam

BREBES- Seiring dengan tembakan senjata api dari personel Reserse Mobil (Resmob) Satreskrim Polres Brebes, tujuh pencuri lari tunggang langgang setelah gagal mencuri sarang walet di gudang tempat pemeliharaan sarang burung di Jl Cendrawasih, Tanjung, Brebes.

Meski tujuh orang kabur, seorang lainnya berhasil diamankan. Ketika itu mereka baru saja turun dari tangga gudang yang dijadikan sasaran pencurian.

Aksi kawanan pencuri itu keburu dicium petugas, karena penjaga malam gudang milik Hartono menelepon polisi saat mencurigai ada pelaku masuk ke dalam gudang.

Aksi tersebut dilakukan Jumat (28/1) pagi sekitar pukul 04.00. Delapan pencuri, lima di antaranya masuk gudang dengan cara memanjat menggunakan tangga dari bambu. Sedang tiga pelaku lain menunggu di bawah untuk mematai-matai.

Ketika lima orang masuk itulah petugas jaga malam mengetahui ada sesuatu yang tidak beres. Dia kemudian mengontak polisi, dan tak lama kemudian empat orang personel Resmob dipimpin Kasatreskrim Iptu Didik Novi Rahmanto dan petugas Polsek Tanjung dibawah komando Kapolsek Iptu Edison mendatangi lokasi.

Rupanya kedatangan petugas sudah diketahui anggota kawanan, sehingga mereka berlarian keluar gudang.

Seorang...

(Sambungan hlm 17)

Begitu petugas datang dan mengetahui mereka kabur, petugas melepaskan tembakan. Namun, karena suasana gelap mereka hilang di kegelapan malam.

Saat itu petugas mengira pelaku sudah kabur semua, tapi tak lama kemudian muncul satu orang anggota kawanan bernama Asepudin (20) turun dari tangga yang sama. Bujangan asal Kelurahan/Kecamatan Margadana, Kota Tegal itu tanpa kesulitan lagi akhirnya diamankan petugas.

Kasatreskrim Iptu Didik Novi Rahmanto mengatakan kelompok pencuri sarang burung ini belum sempat membawa kabur barang curian. "Mereka beraksi kemungkinan keburu pagi. Lagi pula penjaga malam memergoki dan lapor polisi, sehingga mereka kabur duluan," katanya.

Pelaku meninggalkan peralatan yang dipegunakan untuk operasinya. Antara lain seikat tali tambang, lampu, linggis, pisau, tang ukuran besar untuk pemotong kawat dan gergaji besi. Peralatan tersebut kini diamankan bersama tersangka Asepudin di Mapolres.

Kasatreskrim juga mengatakan kawanan maling spesialis sarang burung beberapa di antaranya adalah warga Desa Sengon, Tanjung, dan sebagian lagi dari Larangan. Di antara delapan pelaku seorang sudah dikenali sebagai otak yang sudah lama menjadi incaran petugas. Polisi juga mencurigai seorang residivis yang memiliki cacat tubuh dari Larangan. "Dia adalah anggota kawanan ini. Meski cacat tubuh dia kelihatan tak pernah jera," paparnya.

Terhadap penangkapan Asepudin, Kasatreskrim bertekad mengembangkan kasus ini sampai tuntas. Dari keterangan tersangka, dia memperoleh banyak informasi menyangkut pelaku yang kabur.

"Cepat atau lambat dia akan kita tangkap, karena identitas lengkap sudah kita kantongi," katanya.(wh-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA