logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 PANTURA
Line

Grand Opening Dupan Panbers Kafe

Mendatangkan Penyanyi dari Jakarta

/Masihkah kau ingat waktu di desa/

/Bercanda bersama di samping gereja/

/Kala itu kita masih remaja.../

SETELAH petikan lagu yang berjudul "Gereja Tua'' dinyanyikan oleh Beny Pandjaitan, secara serentak pengunjung yang hadir di Dupan Panbers Kafe langsung bertepuk tangan.

Aplaus dari penonton itu membuat vokalis terkenal grup musik Panbers yang berjaya pada era tahun 70-an makin semangat.

Ada kegiatan spesial apakah sehingga grup musik tenar tersebut sampai berada di ruangan lantai dua yang berada di lokasi Dupan mal Kota Pekalongan? Ya, kedatangan mereka di Kota Batik pada Jumat malam (28/1) lalu, khusus mengikuti kegiatan grand opening Dupan Panbers Kafe.

Beny Pandjaitan bangga, karena kegiatan grand opening itu dihadiri beberapa pejabat di lingkungan Pemkot dan kepolisian Pekalongan serta beberapa pengusaha. Seperti Pejabat Wali Kota Drs H Samsudiat MM, Kepala Kantor Pariwisata Totok Prawoto, Wakapolwil AKBP J Kwartanto, Kasubag Lantas Polwil Pekalongan Kompol Indra SIK, dan Ketua DPRD Salahudin.

Dalam kesempatan tersebut, pihak pengelola Dupan Mal, Lu Tiong Ping, mendapat penghargaan dari Kantor Pariwisata karena dengan dibukanya kafe tersebut bisa meningkatkan potensi wisata di Kota Batik.

Pada saat membuka acara itu, Beny Pandjaitan menjelaskan didirikannya Dupan Panbers kafe bermula ketika dirinya sering wira-wiri di Kota Batik.

Minim Sekali

Namun, setelah diamati mengenai tempat hiburan ternyata minim sekali.

Kebetulan, kata Beny, dirinya mempunyai kenalan salah seorang pengusaha di Pekalongan dan keinginannya disampaikan. Rencana membuat tempat hiburan tersebut ternyata disambut baik oleh Lu Tiong Ping, nama pengusaha itu. Setelah disepakati, akhirnya mereka membuat Dupan Panbers Kafe, sesuai dengan nama kelompok musiknya.

''Musik yang kami tampilkan sesuai dengan selera pengunjung. Ketenangan Anda dalam menikmati musik yang kami tampilkan saya jamin aman, karena kafe kami bebas narkoba dan miras,'' tegas dia disambut tepuk tangan dari pengunjung yang hadir di tempat itu.

Menurut seorang panitia, setiap hari bintang tamu yang bernyanyi di kafe tersebut berbeda. Untuk bisa masuk ke kafe, pengunjung membayar tiket Rp 10.000.

Sementara itu, Lu Tiong Ping menjelaskan didirikannya kafe untuk meramaikan lokasi di Dupan Mal. (Moch Achid Nugroho-42s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA