logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 PANTURA
Line

Mengubah Bonggol Akar Pisang Jadi Pipa Rokok

BONGGOL akar pohon pisang ternyata bisa dibuat menjadi barang berharga dan bernilai seni. Padahal sisa tebangan pohon pisang itu sering dianggap tak berguna dan dibuang begitu saja. Tetapi bagi sejumlah warga Perumnas Bojongbata, Pemalang kini dimanfaatkan untuk bahan baku produk pipa merokok dan benda suvenir lain.

Usaha itu belum begitu lama muncul. Kali pertama ditekuni oleh Suryo Pranoto (50). Dia mengaku baru sekitar tiga bulan memulai usaha tersebut. Namun kini sudah ada sekitar empat kelompok yang mengikutinya. Untuk setiap kelompok melibatkan antara 3-6 orang. ''Saya tidak tahu kenapa begitu cepat berkembang. Untuk saya setiap hari bisa menjual pipa sampai 10 batang,'' katanya saat ditemui di rumahnya yang sederhana di Jalan Mentawai 9 No 116, Perumnas Bojongbata, kemarin.

Memang belum begitu besar omzet mereka. Sebab untuk satu pipa dari bahan baku bonggol akar pisang laku antara Rp 10.000-Rp 25.000. Pemasaran barang tersebut berdasarkan pesanan.

Suryo kini mengembangkan bentuk barang yang dibuat tidak hanya pipa. Tetapi juga patung, hiasan dinding, dan benda-benda suvenir. Dengan begitu penghasilannya akan banyak. Apalagi dia merupakan bekas pekerja seni patung di Jakarta, sehingga dalam segi tehnik tidak ada masalah.

Dia menceritakan, kali pertama mendengar bonggol akar pisang bisa dibuat pipa adalah ketika masih bekerja di Bali pada 1978. Kemudian mendengar hal serupa ketika dia bekerja di Purwokerto. Namun dia baru mempraktikkan ide itu tiga bulan lalu. Ternyata banyak direspons positif oleh masyarakat.

Bagaimana bonggol batang pisang yang memiliki postur empuk itu bisa dibuat pipa? Caranya adalah direbus empat jam, setelah itu diangin-angin 1-2 jam. Kemudian dipres dengan tali karet bekas ban dalam mobil. Proses pengerasan tersebut berlangsung sampai empat hari.

Sebelum mengeras bagian tengah ditusuk dengan ruji sepeda. Maksudnya adalah untuk lubang pipa. Namun jika untuk dibuat benda lain tidak perlu ditusuk ruji.

Setelah keras baru diukir dibentuk beberapa model seperti yang diinginkan. Dalam proses itu tidak ada campuran obat atau bahan kimia. Kecuali cat melamin untuk mengilapkan batang pipa.

Keunikan pipa bonggol akar pisang itu tidak saja untuk benda seni. Tetapi konon bisa untuk kesehatan. Sebab kalau orang merokok dengan pipa tersebut bisa mengurangi penyakit asma dan lemah syahwat. Bonggol yang terbaik adalah dari pohon pisang klutuk wulung.

Menurut Suryo, sebenarnya tidak hanya bonggol pisang yang bisa dibuat untuk pipa. Salah satu jenis ubi-ubian juga dapat pula digunakan untuk bahan baku. Bahkan warnanya bisa alami seperti gading gajah. Bonggol pisang setelah jadi pipa berwarna coklat.

Usaha kerajinan yang memberikan prospek cerah itu selama ini belum dilirik oleh dinas instansi terkait, karena masih baru. Namun perajin seperti Suryo saat ini belum membutuhkan modal. Yang dibutuhkan adalah pembinaan dan pemasarannya.(Saiful Bachri-90s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA