logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 PANTURA
Line

Kota Pekalongan Aman dari DB

PEKALONGAN- Meski DB sudah mulai menyerang daerah luar Kota Pekalongan, ternyata Kota Pekalongan masih tetap aman dari penyakit yang ganas itu.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada dengan menyelenggarakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan melakukan kegiatan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) kaleng atau botol lain yang bisa menampung air.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dokter Dwi Heri Wibowo MKes ketika ditemui di Pemkot Pekalongan, Sabtu, berkaitan dengan imbauan dari Komisi D DPRD agar Dinkes segera melakukan pencegahan DB.

Menurut dia, selama musim penghujan Dinkes sudah melakukan beberapa kegiatan pencegahan. Misalnya dengan mengirimkan abate ke kelurahan-kelurahan agar diambil secara gratis oleh warga yang membutuhkan. "Pengiriman itu dilakukan agar warga tidak kesulitan mendapatkan," katanya.

Selain itu, Dinkes juga telah menambah tiga petugas kader inti jumantik (juru pemantau jentik) dengan memberikan pelatihan-pelatihan, sehingga kini di Kota Pekalongan memiliki 10 kader inti jumantik yang tersebar di puskesmas-puskesmas.

Untuk kader Jumantik ada yang bertugas di kelurahan-kelurahan, di mana setiap kelurahan terdapat lima kader. "Kalau mereka sudah bisa bekerja efektif, pencegahan benar-benar bisa dilakukan secara optimal," katanya.

Tak Pernah Dikuras

Menurut dia, yang dikhawatirkan berkembangnya nyamuk penyebar itu bila bak air terbuka tidak pernah dikuras dan tidak diberikan abate. Itu yang sering dilupakan sekolah-sekolah di saat siswa libur.

"Pada saat libur sekolah, bak yang berisi air tidak dikosongkan sehingga menjadi tempat berkembangnya nyamuk."

Karena itu, menjelang liburan sekolah diimbau ke Dinas Pendidikan dan Depag agar menginstruksikan ke sekolah-sekolah untuk mengosongkan bak mandi. Bukan itu saja, petugas puskesmas juga langsung mengecek ke sekolah sehingga penyebaran dapat dicegah.

Mengenai informasi beberapa rumah sakit swasta merawat pasien DB belakangan ini, menurut Heri, memang ada tetapi mereka bukan penduduk Kota Pekalongan melainkan dari Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan.

"Dinas Kesehatan setiap hari juga mengecek pasien di rumah sakit. Karena itu, informasi adanya pasien DB dari Kota Pekalongan adalah tidak benar," katanya.

Mengenai fogging, menurut dia, direncanakan dilakukan Maret mendatang di daerah-daerah endemis.(A15-42s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA