logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 PANTURA
Line

11 Puskesmas Disuplai Peralatan Fogging

  • Percepat Penanganan DB

KAJEN- Ancaman demam berdarah (DB) yang sering menyerang di musim penghujan, menjadikan Pemkab Pekalongan waspada. Sebelas puskesmas di daerah endemis disuplai peralatan fogging (pengasapan) untuk mempermudah penanganan.

Kepala Dinas Kesehatan dokter Sutanto Setiabudi MKes mengatakan, penanganan DB tahun ini akan diotonomikan ke daerah-daerah endemis. Tujuannya mempercepat penanganan.

"Salah satu bentuknya adalah dengan memberikan bantuan peralatan fogging kepada puskesmas di daerah endemis" ujarnya, kemarin.

Kesebelas puskesmas tersebut adalah Puskesmas Siwalan, Sragi, Tirto, Buaran, Wonokerto, Wiradesa, Kedungwuni, Wonopringgo, Bojong, Kesesi, dan Kajen. Peralatan fogging akan disuplai beserta tenaga operator dan obatnya yaitu malathion.

Selain tenaga operator fogging yang akan ditempatkan di sana, puskesmas tersebut juga akan mendapatkan tenaga pemantau jentik masing-masing lima orang.

Mereka akan beroperasi untuk mengawasi daerah-daerah yang masih terdapat banyak jentik nyamuk DB.

Teknis penanganan, kata dia, nantinya diharapkan lebih cepat. Begitu ada kasus, tim dari puskesmas bisa langsung bergerak untuk melokalisasi penyebaran di mana pembiayaan operasinya ditanggung dinas.

Selain peralatan fogging yang akan disuplai ke tiap puskesmas, Dinas Kesehatan juga telah menyiapkan dua mobil fogging dengan peralatan lengkap yang siap bergerak kapan saja diperlukan.

PSN

Upaya antisipatif lain, kata Sutanto, adalah dengan tetap menyelenggarakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin . Yakni tiap pekan yang melibatkan para pelajar secara bergantian.

Para siswa diminta untuk mencari jentik nyamuk di rumahnya. "Ternyata 50% anak yang ditugaskan masih membawa jentik nyamuk di rumah mereka. Itu berarti potensi serangan DB masih tinggi," tuturnya.

Bulan pertama tahun ini belum ada laporan tentang kasus DB di wilayahnya. Meski begitu dia meminta warga Kota Santri tetap waspada, sebab DB bisa menyerang kapan saja. Apalagi hampir seluruh daerah bawah di Kabupaten Pekalongan adalah daerah endemis DB.

Daerah endemis di Kabupaten Pekalongan antara lain Buaran, Kedungwuni, Tirto, Wiradesa, Wonokerto, Siwalan, Sragi, Bojong, Wonopringgo, Kesesi, dan Kajen. Kecamatan atas adalah endemis malaria seperti Petungkriyono, Paninggaran, Kandangserang, dan Lebakbarang.(G16-42s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA