| Senin, 31 Januari 2005 | PANTURA |
Soal Pembentukan Pansus BukuFMTB Dukung Langkah 24 Anggota DewanBREBES- Forum Masyarakat Transparansi Brebes (FMTB) mendukung langkah dan upaya 24 anggota Dewan yang mengusulkan kepada Ketua DPRD Brebes untuk segera mengagendakan jadwal panitia khusus (Pansus), berkaitan dengan pengadaan buku oleh Pemkab Brebes tahun 2004. "Saya mendukung langkah 24 anggota Dewan yang meminta segera diadakan Pansus Buku Gate yang kini masih ramai dibicarakan masyarakat," kata Koodinator FMTB M Solikhin, kemarin. Sebagaimana diketahui, 24 anggota Dewan mengusulkan kepada Ketua Dewan agar mem-Pansuskan masalah pengadaan buku Pemkab. Mereka membuat tanda tangan dan menyerahkan kepada Ketua Dewan, supaya direalisasi. Namun Ketua Dewan HM Nasrudin pada rapat pimpinan gabungan mengatakan, masalah tersebut tidak masuk agenda yang di-Pansuskan. Terhadap masukan tersebut, Nasrudin akan berpedoman pada mekanisme, yakni setiap usulan masuk Komisi A kemudian diusulkan ke Ketua Dewan melalui rapat pimpinan gabungan. Beberapa alasan yang mendesak perlunya Pansus Buku Gate itu, antara lain masyarakat juga ingin mengetahui duduk permasalahan masalah pengadaan buku senilai Rp 19.998.676.348 untuk dua tahun anggaran (2004 dan 2005). Namun kemudian Komisi B DPRD Brebes tidak memberikan rekomendasi untuk pembayaran tahap kedua atas pengadaan buku itu, karena persoalannya masih ditangani Polda Jateng. Seharusnya sesuai dengan MoU, Pemkab dengan PT Balai Pustaka pada 2004 harus menyetor lagi kekurangan Rp 9.998.676.348. Dapat Dukungan Menurut Solikhin, langkah dirinya bersama FMTB mendapat dukungan dari ulama, LSM, dan tokoh masyarakat. "Mereka benar-benar ingin mengetahui persoalan pengadaan buku secara jelas. Kini mereka tahu dari koran dan pembicaraan orang per orang," paparnya. Dia menyebutkan, dukungan atas langkah 24 anggota Dewan itu dilakukan setelah melakukan pengamatan di lapangan. Ternyata, asas manfaat dari penggunaan buku pedoman untuk SD/SMP dan SMA tersebut tidak sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Bahkan, lebih penting lagi untuk mengetahui proses awal pelelangan buku itu diduga bermasalah. Senin ini (31/1) FMTB berencana beraudiensi dengan Kapolres Brebes AKBP Drs Bambang Purwanto SH MSi, berkaitan dengan upaya pengusutan kasus Buku Gate oleh Polda. Beberapa orang saksi sudah diundang ke Polda, namun perkembangan sampai sekarang belum ada tindak lanjut sehingga mereka perlu tahu sampai di mana proses pengusutannya. "Setelah menghadap Kapolres, kami juga akan datang ke Polda untuk menanyakan hal sama," paparnya.(wh-90s) |