| Senin, 31 Januari 2005 | PANTURA |
Dikeluhkan Pedagang, Penerangan Pasar Kucing Bumiayu MinimBUMIAYU - Sejumlah pedagang yang menempati kios di Pasar Kucing, Kecamatan Paguyangan, Bumiayu mengeluhkan kondisi lingkungan yang minim penerangan. Hal itu selain mengurangi minat pengunjung, juga mengakibatkan kerawanan. "Kalau malam, pasar gelap sekali. Empat lampu penerangan di pojok pasar sudah tidak berfungsi sama sekali," kata salah seorang pedagang, Slamet Riyadi (35). Dia didampingi sejumlah pedagang menuturkan, akibat kondisi lingkungan gelap, kompleks menjadi rawan pencurian. Dalam setahun terakhir ini saja tercatat lebih dari tiga kali pencurian terjadi. Sebelum ditempati para pedagang, pasar tersebut digunakan sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Wage. Namun, relokasi batal lantaran pedagang yang dipindah menolak tempat baru. Menolak Pasar tersebut selanjutnya difungsikan sebagai pusat distribusi sayur-mayur. Namun, lagi-lagi pedagang sayur-mayur dari Bumiayu dan sekitarnya menolak menempati lokasi baru. Mereka kembali ke Pasar Ajibarang dengan alasan lebih dekat dengan pembeli. Lokasi itu akhirnya mangkrak dan ditempati sejumlah pedagang baru. Kompleks pasar yang pembangunannya menelan dana APBD ratusan juta rupiah tersebut akhirnya tidak terurus. Empat lampu penerangan jalan umum yang berada di tiap sudut pasar semuanya padam. Selain itu, pada musim hujan seperti sekarang sejumlah tempat digenangi air. Disebut Pasar Kucing karena pasar itu kini banyak dihuni kucing-kucing liar. "Pasar ini dibangun Pemkab Brebes, ya mestinya Pemkab memikirkan bagaimana menghidupkan pasar ini," imbuhnya. Dia khawatir jika dibiarkan tidak terurus, para pedagang yang masih bertahan di pasar itu akan kabur. Lebih-lebih saat ini beberapa kios sudah mulai rusak dan tidak dapat dimanfaatkan. (on-42n) |