| Senin, 31 Januari 2005 | PANTURA |
Gembleng Personel dengan Bela DiriKEBERADAAN aparat kepolisian di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk memelihara ketertiban dan keamanan. Sesuai dengan slogan yang selama ini dikenal, polisi merupakan pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Oleh karena itu, mereka harus mempunyai kelebihan dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya, salah satu contohnya adalah keahlian bela diri. Apa jadinya jika polisi tidak mampu membela diri sendiri dari bahaya yang menyerangnya? Mungkin bisa jadi masyarakat akan kacau dan selalu mengalami ketakutan karena pengamannya saja kewalahan menghadapi tindak kriminal yang terjadi. Karena itu, setiap personel sejak masa pendidikan, magang, dan setelah ditetapkan menjadi polisi punya keahlian dalam bidang tersebut. Namun untuk memperoleh ataupun memiliki keterampilan bela diri yang mumpuni mereka harus digembleng secara rutin seperti yang di lakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Brebes. Di halaman Mapolres Brebes yang berukuran sekitar 20 x 30 meter persegi, setiap Selasa-Jumat pada pukul 07.00 selalu dipadati puluhan personel. Mereka berjajar rapi dan mengenakan seragam warna putih dengan sebuah sabuk terikat di pinggang terlihat menirukan jurus-jurus sesuai dengan arahan yang diberikan pelatih. Berbagai macam gerakan mereka lakukan secara berulang-ulang. Meski peluh telah membasahi seluruh badan dan terik panas matahari menyengat kulit, mereka tetap melakukan latihan dengan penuh semangat. Sementara itu, seorang pria berusia 45 tampak berdiri di depan memakai seragam serupa dengan sabuk warna hitam melingkar di pinggangnya dengan tegas membetulkan posisi peserta ketika melakukan gerakan yang kurang sempurna. Kaurbinops Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes Ipda Imam Hidayat yang juga penanggung jawab latihan ketika ditemui Suara Merdeka mengemukakan, pihaknya mendatangkan pelatih dari luar bertujuan untuk menambah keahlian tentang bela diri. Imam mengatakan, latihan yang diselenggarakan itu wajib bagi bintara magang dan bintara baru. Hal itu merupakan tindak lanjut untuk mengasah seni bela diri. Sedikitnya, 22 bintara kini mendapat gemblengan keahlian tersebut dan menjalani latihan sejak Januari hingga Mei mendatang. Menurut dia, meski bela diri masuk dalam kurikulum di SPM, setiap personel baru harus menjalani aplikasikan yang akan diberikan di tempat mereka bertugas. (Wawan Hudiyanto-90n) |