logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 PANTURA
Line

Belanda Tawarkan Beasiswa Pendidikan

PEKALONGAN - Negara Belanda melalui Netherlands Education Centre (NEC) menawarkan beasiswa kepada warga Indonesia untuk belajar di negara Kincir Angin berupa beasiswa Studeren in Nederland (StuNed).

Untuk itu, NEC melakukan road show di 29 kota di Indonesia meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, NTB, dan NTT hingga 6 Februari mendatang.

Dalam acara itu, NEC mengundang wakil berbagai institusi termasuk pemerintah, perguruan tinggi negeri dan swasta, LSM, serta media baik cetak maupun elektronik.

Demikian Monique Soesman, Head of Scholarship Department NEC Indonesia kepada Suara Merdeka di Hotel Nirwana, kemarin.

Menurut dia, StuNed membantu pembangunan di Indonesia melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia. "Beasiswa diberikan kepada mereka yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan di Indonesia," katanya. Sektor yang diutamakan, kata dia, meliputi pendidikan, pengelolaan air, sanitasi dan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, good governance dan human right, gender, kesehatan masyarakat khususnya menyangkut isu HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi serta kebudayaan," ujarnya.

Prioritas Luar Jawa

Prioritas beasiswa itu diberikan di luar Jawa, kemudian di kota-kota kecil di Jawa. "Hal ini karena selama ini penerima beasiswa pendidikan dari Belanda adalah dari Jakarta dan kota besar yang lain," kata wanita yang mengaku memiliki rumah di Kabupaten Pekalongan itu.

Adapun pelamar, menurutnya, dipersyaratkan memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun di institusi terakhir, lulusan S1 atau S2 dan usia maksimal pria 40 wanita 45 tahun serta kemampuan bahasa Inggrisnya bertofel 550.

Pada 2005, kata Monique, NEC menargetkan 200 beasiswa penuh bagi yang berminat mengikuti master course, short course atau tailor made programme di Belanda dengan pilihan program studi yang berkaitan erat dengan pembangunan.

StuNed selama 2000-2004, kata dia, sudah membiayai 585 orang yang belajar di negaranya dari pelamar 2.334 orang. Rata-rata tiap tahun 100-150 orang. Namun, mulai 2005 diperbanyak menjadi 200 orang.

Para penerima beasiswa StuNed diimbau agar kembali bekerja di institusi sebelumnya, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan institusi dan pembangunan Indonesia. "Ini kekuatan program beasiswa StuNed yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Selain pendaftaran secara perorangan, mulai 2005 juga diperkenalkan pendaftaran baru secara berkelompok. Batas akhir pendaftaran beasiswa kelompok itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan institusi yang bersangkutan. Adapun untuk perorangan batas akhir pendaftaran master course tahun akademik 2005 yaitu 1 April 2005. (A15-42e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA