| Senin, 31 Januari 2005 | PANTURA |
Tebing Longsor, Jalan ke Cacaban TertutupSLAWI- Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, satu pekan berturut-turut telah mengakibatkan sebuah tebing di pinggir jalan utama menuju objek wisata Waduk Cacaban, longsor, Sabtu (29/1) pukul 14.30 lalu. Kelongsoran tanah akibat guyuran hujan deras tersebut, membuat satu-satunya jalan yang biasa dilewati kendaraan roda empat dan roda dua menjadi tertutup tanah liar dan bebatuan. Akibatnya, banyak pengunjung objek wisata waduk yang dibangun semasa Presiden Soekarno itu kecewa. Pengunjung yang umumnya pasangan muda-mudi lebih memilih pulang. Ada juga bergerombol agak jauh dari lokasi tebing yang longsor. Sambil menikmati pemadangan taman dan rerimbunan pohon jati yang ditanam Dinas Pertanian Perkebunan dan Perhutanan (Tanbunhut) Kabupaten Tegal. Sejumlah calon pengunjung menuturkan, mereka tidak berani atau nekat melewati jalan yang tertutup tanah liat dan becek tersebut. Karena selain jalannya menanjak tajam, juga kalau dipaksakan roda kendaraan bisa selip atau tergelincir. "Wah mobil saja tidak berani, apalagi sepeda motor. Saya tidak berani, nanti celaka," tutur Andi (19), warga Kota Tegal yang saat itu berboncengan dengan Wika (17), hendak menikmati pemandangan alam di objek wisata Waduk Cacaban. Singkirkan Tanah Longsoran tebing yang berlokasi di Desa Penujah itu membuat sejumlah warga desa terpencil tersebut langsung berinisiatif untuk menyingkirkan tanah yang menutup jalan menuju waduk. "Ya kalau tidak ada yang kerja bakti menyingkirkan tanah, siapa lagi kalau bukan warga. Biar kendaraan pengunjung Cacaban bisa masuk. Mungkin dua hari baru selesai," tutur Tarman, warga Desa Penujah. Dia bersama delapan rekannya ramai-ramai mencangkuli tanah yang longsor dan menyikirkan batu-batu yang menutup jalan. Bagi dia kerja bakti tersebut sebenarnya menyangkut kebutuhan hidup mereka dari objek wisata tersebut, karena bila jalan tertutup otomatis banyak pengunjung yang tidak masuk. Warga sekitar yang berjualan aneka makanan kecil jelas tidak akan laku, karena sepinya pengunjung. Sejauh pantauan Suara Merdeka, jumlah pengunjung waduk tersebut memang relatif tidak banyak. Meskipun demikian, warga sekitar ada yang membuka warung kecil untuk menjual rujak, mendoan, dan makanan kecil lainnya. Dalam perkembangan ke depan, waduk tersebut akan dipoles dengan pembangunan sebuah taman yang representatif. Bahkan, ketika Kabupaten Tegal dijabat Drs H Soediharto, pernah ada rencana membangun patung mantan Presiden RI dengan anggaran bantuan APBN. Namun, hingga daerah tersebut dipegang Bupati Agus Riyanto SSos MM, proyek yang diperkirakan menelan anggaran miliaran rupiah itu belum ada tanda-tanda bakal dikerjakan. Hingga kemarin warga masih tetap bekerja bakti menyingkirkan sekaligus membersihkan longsoran. Diperkirakan jalan akan normal kembali hari ini.(D12-42s) |