logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 OLAHRAGA
Line

Ballah Dibawa ke Piala Emas Bang Yos

SEMARANG-Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah tidak mematok target di Turnamen Piala Emas Bang Yos yang akan berlangsung di Jakarta pada 6-13 Februari mendatang. Turnamen tersebut hanya akan dijadikan ajang uji coba untuk mengevaluasi permainan anak-anak asuhannya. Hal itu sebagai persiapan untuk menghadapi Kompetisi Liga Indonesia (KLI) XI awal Maret nanti.

Rencananya, Bambang hanya akan membawa 18 pemain. Jumlah tersebut termasuk mantan pemain Persikota Tangerang, Anthony Jomah Ballah yang diincar manajemen tim untuk direkrut.

Dia diharapkan mampu menghidupkan serangan melalui lini tengah. Sedangkan di lini depan, pasukan Mahesa Jenar tidak akan diperkuat striker asing untuk mendampingi Indriyanto Nugroho mengingat hingga kini Emmanuel de Porras belum memberi kepastian untuk bergabung.

Beberapa waktu lalu Bambang menginformasikan kepastian De Porras bergabung mulai 28 Januari.

Namun, deadline tersebut sudah lewat, bahkan sampai sekarang belum ada kabar kepastian penyerang asal Argentina itu bergabung.

''Belum ada kabar dari De Porras. Masalah itu, tanyakan saja kepada manajemen tim. Mas Yoyok yang lebih tahu,'' kata mantan striker tim nasional ini.

Menguntungkan

''Kehadiran Ballah cukup memperkuat lini tengah. Kelemahan tim tinggal di lini depan saja,'' ujar Bambang.

''Tidak ada target di Piala Emas Bang Yos, karena saat ini tim kami masih dalam periode persiapan. Saya kira semua peserta juga berpandangan begitu, kecuali Persija. Sebagai tuan rumah, mereka pasti ingin juara,'' terangnya.

Di Piala Emas Piala Bang Yos nanti, PSIS masuk dalam Grup A bersama Persija Jakarta, PSMS Medan dan Geylang FC Singapura. Sedangkan Grup B diisi Persebaya Surabaya, Persib Bandung, PSM Makasar dan tim dari Myanmar.

Masuk grup berat bersama Persija malah disyukuri oleh Bambang. Anak-anak asuhannya dinilai akan lebih diuntungkan, mengingat kelemahan dan kekurangan tim bisa diketahui lebih detail saat menghadapi tim-tim kuat.

''Meski tidak diunggulkan, namun kami tetap akan berusaha main fight. Kalaupun nanti hasilnya jadi juru kunci, itu juga tidak masalah. Lebih baik hancur di turnamen tersebut daripada saat kompetisi nanti,'' ungkap mantan pelatih timnas U-20 itu.

Uji coba yang dilakukan PSIS selama ini dinilai Bambang belum bisa dijadikan evaluasi untuk mengukur kekuatan Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan. Sebab, lawan-lawan yang dihadapi baru tim-tim lokal yang kualitasnya tidak seimbang.

Tak heran, Indriyanto Nugroho cs bisa menang telak 7-1 saat lawan Puslat PSIS, menundukkan POP 6-1, mengalahkan Persis 1-0, dan panen gol 10-1 lawan Biprada.

''Uji coba selama ini belum bisa dievaluasi. Baru di turnamen Piala Emas Bang Yos-lah uji coba sesungguhnya bagi PSIS. Karena itu, kami akan bermain serius layaknya kompetisi agar kelemahan dan kekurangan tim cepat diketahui. Dengan demikian, pembenahan pun bisa segera dilakukan sebelum kompetisi,'' tuturnya. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA