| Senin, 31 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Persekabpas ke FinalSURABAYA-Persekabpas Kabupaten Pasuruan maju ke final turnamen Piala Gubernur Jatim III, sekalipun pada pertandingan kedua semifinal dikalahkan Persela 0-2 di Stadion Surajaya Lamongan, Minggu (30/1) petang kemarin. Pada pertandingan pertama di Stadion Bangil, Pasuruan, Rabu lalu (26/1), merekaunggul telak 4-0. Dengan demikian, Persekabpas total memang 4-2. Pada babak final yang rencananya digelar 3 Februari mendatang Persekabpas akan bertemu Persik Kediri. Jawara Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX itu pada di babak semifinal kedua menundukkan Persid Jember 2-0. Gol pertama diciptakan Christian Gonzales menit ke-82 dari titik penalti. Enam menit kemudian Berta Yuwana menambah keunggulan. Pada leg pertama di Jember Rabu (26/1) lalu, Persik menahan imbang Persid 0-0. Pertandingan Persela versus Persekabpas diwarnai permainan keras menjurus kasar oleh anak-anak Lamongan. Kondisi ini tak terlepas dari atmosfer panas menjelang pertemuan kedua tim. Tuan rumah bernafsu membalas kekalahan 0-4 atas Persekabpas pada pertandingan pertama di Bangil. ''Ada beberapa pemain Persela bermain tak sportif, seperti Bambang Sumantri yang memukul pemain kami. Itu kan sebenarnya tak perlu. Tapi, yang penting tim kami berhasil maju ke babak final,'' kata Pelatih Subangkit usai pertandingan. Menekan Sejak peluit pertama ditiup wasit M Zaenuri dari Malang, pemain-pemain Persela langsung menekan lini pertahanan Persekabpas. Menit ke-16, libero tuan rumah Kleber Santos yang ikut membantu serangan menciptakan gol pertama bagi kesebelasan asuhan Mustakim ini. Gol kedua tim berjuluk Jaka Tingkir itu diciptakan pemain asal Brasil, Christian pada menit ke-32. Setelah menciptakan dua gol, Persela kehilangan fighting spirit dan irama permainan. Di sisi lain, tim tamu berhasil keluar dari tekanan, kendati sepanjang 45 menit pertama mereka jarang menciptakan peluang emas. Memasuki babak kedua, gedoran Persela ke jantung pertahanan lawan juga kurang menggigit. Karena itu, Pelatih Mustakim mengambil strategi merotasi beberapa pemainnya. Suprian digantikan Jatmiko, Zaenal Arifin diganti Epa Manian, Coly Misrun digantikan Eko Budi Harto K, dan Christian digantikan pemain asing baru asal Cile, Sergio. Strategi merotasi pemain yang dilakukan Mustakim tak membuahkan hasil. Para pemain mulai kehilangan tenaga. Melihat performa timnya kelihatan loyo, sekitar 20 ribu penonton Lamongan kehilangan kesabarannya. Puluhan kali batu, botol minuman air kemasan, dan benda-benda keras lainnya dilemparkan ke lapangan. (G14-22) |