| Senin, 31 Januari 2005 | OLAHRAGA |
Chelsea Rugi Rp 1,5 TriliunLONDON- Punya modal berlimpah, pendukung fanatik, dan pemain-pemain kelas dunia, tidak otomatis membuat Chelsea lantas ''hidup'' makmur. Klub London itu, dalam laporan tutup bukunya tahun 2004, bahkan mencetak sebuah rekor kerugian. The Blues dilaporkan menderita kerugian sebesar 88 juta pound (166 juta dolar AS atau setara Rp 1,5 triliun). Jumlah ini adalah dua kali lipat kerugian tahun sebelumnya. Biaya kontrak dan gaji pemain menjadi pos yang paling menguras keuangan mereka. Musim lalu, tim yang sahamnya dimiliki konglomerat Rusia, Roman Abramovich, itu menghabiskan 175 juta pound untuk merekrut pemain-pemain baru. Untuk gaji, mereka pun mengeluarkan tak kalah besarnya, 115 juta pound. Jika ditotal, hanya untuk kontrak dan gaji pemain, Chelsea mesti merogoh kocek sebesar 290 juta pound atau sekitar Rp 4,8 triliun! Pengeluaran Chelsea untuk pos gaji ini besarnya mencapai dua kali lipat yang dikeluarkan oleh Manchester United untuk pos yang sama. MU cuma butuh 77 juta pound untuk membayar para pemainnya. Padahal, kelas skuad Chelsea dengan pemain-pemain MU berada dalam satu level. Ketua Eksekutif Chelsea, Peter Kenyon kepada BBC, Minggu (30/1), menjelaskan bahwa pihaknya akan memulai program ''pengetatan ikat pinggang untuk keseimbangan'' agar klub tidak terus merugi. Kenyon --yang dibajak Chelsea dari Manchester United awal tahun lalu-- mematok target klubnya akan mencapai break event point (angka pengeluaran dan pemasukan setara) pada musim 2009-2010. ''Klub akan mengurangi beberapa pos pengeluaran. Tahun depan, biaya pembelian pemain akan dikurangi sedikitnya 20%,'' kata Kenyon. Pemangkasan Gaji Langkah penghematan ini sesuai dengan keinginan pelatih Jose Mourinho, yang sejak datang ke Stamford Bridge awal musim ini telah memberitahu bahwa dia tak berharap memiliki banyak pemain. Bagi Mourinho, 24 pemain saja sudah cukup. Ini artinya, manajemen harus mulai berpikir untuk melepas anggota timnya karena saat ini skuad The Blues berisi 41 pemain. Menurut Mourinho, klub dengan 41 pemain sudah sangat kegemukan. Gaji pemain, tambah Kenyon, yang tahun lalu menghabiskan 76% pendapatan klub, juga akan dipangkas besar-besaran. "Dua tahun lalu kami terlihat seperti sebuah jalan emas. Sekarang semuanya sudah selesai. Bisnis akan berjalan sepatutnya," ujar Kenyon. Akibat kerugian ekstrabesar itu, Abramovich yang membeli 50,9% saham Chelsea Village (perusahaan pemilik Chelsea) senilai 60 juta pound pada Juli 2003, sampai harus menyuntikan pinjaman sebesar 115 juta pound. Musim lalu, pendapatan Chelsea sebenarnya meningkat 40 persen menjadi 152 juta pound berkat keberhasilan John Terry dkk menembus babak semifinal Liga Champions serta hasil penjualan merchandise klub. Tapi angka itu masih jauh dari total pengeluaran. Akhir pekan lalu, Chelsea dipastikan mendapat tambahan masukan 12 juta pound per tahun selama delapan tahun dari Adidas-Salomon, produsen perlengkapan olahraga asal Jerman yang menggantikan posisi Umbro. (rtr,F3-77) |