logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 OLAHRAGA
Line

Barca Berpesta

BARCELONA- Barcelona pesta gol. Tim polesan pelatih asal Belanda, Frank Rijkaard, itu sukses menggulung tuan rumah Sevilla empat gol tanpa balas, Minggu (30/1) dinihari WIB di Stadion Sanchez Pizjuan, Seville.

Dengan kemenangan tersebut, Barca kini unggul 10 poin dari peringkat kedua, Real Madrid. Sedangkan posisi Sevilla di peringkat empat rawan direbut Espanyol dan Real Betis yang nilainya hanya terpaut satu-dua poin. Itu merupakan kekalahan pertama Sevilla di hadapan pendukungnya sendiri selama musim ini.

Pada babak pertama, Barcelona sebenarnya lebih banyak ditekan oleh Sevilla. Carlos Puyol dkk sempat dipaksa untuk bertahan dan hanya sesekali menekan lewat serangan balik. Tapi, meski cuma mengandalkan serangan balik, mereka beberapa kali mampu merepotkan tim tuan rumah. Tercatat dua kali Ronaldinho menyundul bola yang tepat ke gawang, namun dapat digagalkan kiper Esteban.

Sebaliknya, pada menit 37, Sevilla nyaris unggul jika wasit bertindak jeli. Mereka seharusnya mendapatkan hadiah penalti setelah Juliano Belletti menyentuh bola di daerah terlarang. Namun wasit tak memberikan hadiah itu, membuat tim asuhan Joaquin Capparos gagal mencetak gol. Hingga babak pertama berakhir, kedudukan tetap imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Barcelona mulai menemukan ritme permainannya. Mereka menyerang dengan efektifitas tinggi. Buahnya, sebuah umpan terobosan Ronaldinho pada menit ke-49 dapat dimanfaatkan sempurna oleh Samuel Eto'o, gol.

Barcelona semakin di atas angin berkat gol bunuh diri yang dilakukan pemain Sevilla, Julio Baptista pada menit 56 dan tendangan jarak dekat Ronaldinho tiga menit kemudian. Gol Ludovic Giuly menit 73 menutup rangkaian pesta gol di kandang Sevilla.

Demetrio Albertini

Pesta Barcelona ini sekaligus menjadi debut sangat meyakinkan bagi Demetrio Albertini. Gelandang veteran Italia itu, yang diboyong ke Nou Camp minggu lalu dari Atalanta, masuk pada awal babak kedua untuk menggantikan Juliano Belletti. Hebatnya, setelah Albertini masuk, Barca langsung mencetak gol lewat Samuel Eto'o.

Pujian pun langsung diberikan oleh Frank Rijkaard, yang sempat dikritik oleh fans-nya karena lebih memilih Albertini yang sudah berusia 33 tahun daripada gelandang-gelandang muda lain yang lebih bagus.

"Dia menghidupkan lini tengah dan membuat permainan kami lebih stabil dan tenang. Fans kami bisa lebih tenang. Dia (Albertini) adalah pemain yang memiliki sangat banyak pengalaman. Dia tak butuh banyak waktu untuk beradaptasi. Itu mengapa saya memilihnya untuk berdiri di tengah,'' tandas Rijkaard. (rtr,F3,ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA