| Senin, 31 Januari 2005 | NASIONAL |
28 Haji asal Jateng Meninggal
MAKKAH - Hingga hari ke-11 setelah wukuf di Arafah, Minggu kemarin, 227 haji Indonesia meninggal di Tanah Suci. ''Pada hari yang sama musim haji 2004 lalu, tercatat 327 orang meninggal. Pada 2005 ini, paling tidak terjadi penurunan kematian 100 orang,'' ungkap Sekretaris Daker Makkah PPH 2005 H Ahda Barori, kemarin. Penanggung jawab media center H Muchtar Ilyas menuturkan, mereka ada yang meninggal di Makkah, Madinah, Jeddah, Arafah, dan Mina. ''Yang meninggal pada saat wukuf di Arafah enam orang. Sementara itu, saat berada di Mina 16 orang,'' tutur Muchtar. Wartawan Suara Merdeka H Agus Fathuddin Yusuf, H Subakti A Siddiq, dan HM Asmu'i Mudzakir semalam melaporkan dari Makkah bahwa dari jumlah tersebut 28 orang di antaranya berasal dari Donohudan Solo. Mereka adalah Mohammmad bin H Umar (kloter 31), Chudori KH bin Gozali (kloter 23), Margona bin Soma Atmojo (kloter 36), Joko Widadgdo bin Soeharto (kloter 3), Ahmad Maskur bin Sanuri (kloter 46), KRT Wironegoro bin Abdullah Sadad (kloter 12), Sunaryo bin Tarman (kloter 4), Subagyo bin Muadz (kloter 16), Komariah binti Sadri (kloter 50), Ahmad Paderi bin Abdur Rozak (kloter 46), Siti Alimah binti Mohammad Hasbullah (kloter 9), Sukidi bin Kertoyodo (kloter 40), Ny Ahmad Samsuri binti Mertowijoyo (kloter 19), Mulyono Ponowijoyo bin Kartosentono (kloter 24), Noto Aji bin Mangkurejo (kloter 44), Jarno Karjono bin Wisworejo (kloter 48), Ahmad Darori bin Kromopawiro (kloter 3), Ahmad Jamhari bin Timbul (kloter 17), Jawiyah binti Sanriyas (kloter 41), Himam Ishak bin Iskak (kloter 45), Ali Masyu bin Masrom (kloter 55), Kasri bin Kasripin (kloter 51), M Munjai bin Umar H (kloter 6), Slamet Hadi Sumarto bin Abdul Salam (kloter 13), Siti Fatimah binti Dalimun Martodiharjo (kloter 7), Abdul Kanan bin Karto (kloter 9), dan Sukarim bin Majudi (kloter 12). 120 Orang Sementara itu, H Muchtar Hadi (67), warga Kampung Petek Cirebonan Kecil, Kota Semarang meninggal di RS Hirra Makkah. Dia dimakamkan di Suroya, Makkah. Pimpinan Kaisa Roosie Lil haj Hajjah Lily Widoyani mengemukakan, tahun ini dia memberangkatkan 120 orang dan di antara mereka terdapat beberapa pejabat, seperti Kakanwil Depag Jateng Drs HM Chabib Thoha MA, Danrem 072/Makutarama Salatiga Kol H Endang Sutrisna, Kepala Bappeda H Miyasto, Kepala Dipenda Jateng H Kusbianto Bambang, dan Plt Sekwan H Kris Nugroho. Menurut keterangan Ahda Barori, dilihat dari umur jamaah haji yang meninggal, paling banyak 60-69 tahun, kemudian 69 tahun ke atas, dan selanjutnya 50-59 tahun. Penyebab kematian terbanyak adalah kardiovaskuler dan paru-paru. ''Umumnya mereka telah mengidap dari Tanah Air. Jadi, tolong untuk tahun depan yang memang mengidap penyakit yang kira-kira menyebabkan kematian di Tanah Suci dipertimbangkan keberangkatannya,'' ungkap Ahda. Sementara itu dilihat dari asal embarkasi haji yang meninggal, paling banyak dari Surabaya, disusul Bekasi, Surakarta, Ujung Pandang, Medan, dan Jakarta. Sementara itu, sebagian besar tas tentengan milik jamaah haji kloter 3 hingga kloter 7 Debarkasi Adi Sumarmo tidak bisa terangkut bersamaan dengan pesawat yang membawa mereka. Tidak terangkutnya tas yang berisi oleh-oleh seperti air zam-zam dan barang berharga itu karena kelebihan muatan. Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Adi Sumarmo H Akhmad Su'aedi mengemukakan, kloter 3 yang membawa jamaah asal Kabupaten Boyolali hanya bisa mengangkut separo dari keseluruhan tas milik jamaah.(B13,bt,G13-58j) Jadwal Kedatangan Selasa, 1 Februari n Kloter 11, 400 jamaah asal Kab Rembang, pukul 09.45 n Kloter 12, 400 jamaah asal DI Yogyakarta, pukul 11.45 | ||||