| Senin, 31 Januari 2005 | NASIONAL |
RI-GAM Akan Bertemu LagiJAKARTA - Pertemuan informal antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia gagal membuat kesepakatan gencatan senjata secara resmi. Kedua pihak hanya sepakat akan menahan diri dari bentrokan bersenjata selama proses pemberian bantuan di Aceh. "Pertemuan menghasilkan kesepakatan untuk bertemu kembali dalam waktu dekat untuk mendiskusikan secara komprehensif perjanjian damai," ujar Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil seusai pertemuan di Helsinki seperti diberitakan Reuters. Pertemuan RI-GAM dilakukan secara tertutup di sebuah tempat peristirahatan milik Pemerintah Finlandia di luar ibu kota Helsinki. Mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari menjadi penengah dalam pertemuan tersebut. "Tidak disepakati suatu gencatan senjata resmi. Akan tetapi, kedua pihak menjanjikan akan berusaha menahan diri dari segala tindak permusuhan ketika operasi bantuan terus dilangsungkan di Aceh," ungkapnya. RI dan GAM belum menerima secara resmi gencatan senjata karena masih harus melaporkannya kepada pimpinan masing-masing. Kapan pertemuan RI-GAM kembali digelar juga belum disepakati. Namun Martti sangat berharap, pertemuan itu bisa terwujud. "Saya telah menyampaikan undangan kepada kedua pihak untuk kembali bertemu di Helsinki. Saya akan sangat kecewa jika kedua pihak tidak kembali ke Helsinki," tandasnya.(dtc-33j) |