| Senin, 31 Januari 2005 | NASIONAL |
Muktamar Muhammadiyah SederhanaMALANG - Berkaca pada tragedi nasional gempa dan tsunami khususnya di Aceh, panitia Muktamar Muhammadiyah mengambil langkah taktis dan strategis dengan mengubah dari rencana bergaya milenium menjadi kegiatan sederhana. Penyederhanaan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung pada 3-8 Juli di kampus Universitas Muhammadiyah Malang itu, karena saat ini keluarga besar Muhammadiyah masih dalam suasana berkabung atas bencana gempa dan tsunami yang menelan ratusan ribu korban jiwa di Aceh yang merupakan basis Muhammadiyah. Bentuk penyederhanaan itu, ujar Muhadjir Effendy yang juga Rektor UMM, dengan menghapus kegiatan-kegiatan tambahan yang tidak prinsip atau hanya sekadar tambahan. Seperti pembukaan yang rencananya dilaksanakan malam hari karena memakai teknologi informasi lalu diubah siang hari. Di samping itu, juga meminimalkan pemanfaatan-pemanfaatan fasilitas di luar kampus UMM. "Penginapan dan pameran semua dikurangi bahkan pawai yang akan dilaksanakan keliling kota juga ditiadakan. Jelas dengan adanya penghematan, biaya tujuannya untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh yang tertimpa musibah," ungkap Muhadjir. Demi kelancaran muktamar yang akan digelar Juli nanti, panitia akan mengundang delegasi dari pengurus-pengurus daerah dan wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Mereka diundang dan dikumpulkan di UMM pada 2 Februari ini. Untuk Koordinasi Tujuan undangan dan pengumpulan mereka itu untuk koordinasi sekaligus pelatihan dalam pelaksanaan muktamar. Acara ini juga sekaligus menjadi ajang uji coba muktamar, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi bagi peserta muktamar. Dalam proses pelaksanaan muktamar nanti, ungkap Muhadjir Effendi yang juga ketua umum muktamar, semua menggunakan teknonogi informasi termasuk juga pendaftaran peserta muktamar bisa melalui internet. ''Mereka tidak perlu datang ke Malang hanya untuk mendaftar diri menjadi peserta muktamar." Karena itu, perlu ada uji coba muktamar meski pelaksanaannya sudah disederhanakan sehingga peserta khususnya koordinator delegasi dari tiap-tiap daerah dan wilayah dapat mengetahui posisi dan prosesi muktamar secara jelas.(jo-78j) |