| Senin, 31 Januari 2005 | NASIONAL |
Panitia Muktamar Jangan Jadi Tim SuksesSEMARANG - DPW PKB Jateng menginstruksikan semua pengurus atau panitia wilayah Muktamar PKB tidak membawa kepentingan politiknya dengan menjadi tim sukses kandidat tertentu. Panitia diminta bekerja profesional memberikan pelayanan kepada setiap peserta. Hal itu ditegaskan Sekretaris DPW PKB Jateng HM Muzamil, Minggu kemarin, di Semarang. Muktamar yang berlangsung pada 16-18 April dipastikan bertempat di Kota Semarang. Kepastian itu diperoleh setelah DPP mengirimkan surat resmi bernomor 01826/DPP-02/III/A.2/I/2005 bertanggal 24 Januari 2005 kepada DPW PKB Jateng. Selain menunjuk Kota Semarang sebagai lokasi muktamar, surat DPP juga menginstruksikan kepada DPW PKB Jateng untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan berkoordinasi dengan panitia nasional Muktamar PKB. ''Prinsipnya, kami siap menggelar Muktamar Ke-2 PKB. Kami akan berupaya maksimal menyukseskan perhelatan partai tersebut,'' ujar Muzamil. Dia mengungkapkan, dengan adanya surat tersebut DPW PKB Jateng akan mengadakan rapat pleno setelah sebagian pengurus DPW yang menunaikan ibadah haji pulang ke Tanah Air. Dia mengharapkan, PKB Jateng dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi peserta muktamar. ''Untuk itu, alangkah baiknya jika semua pengurus atau panitia wilayah dapat bekerja profesional memberikan pelayan yang baik kepada setiap peserta muktamar. Sebaiknya, panitia wilayah nanti diharapkan tidak menjadi tim sukses kandidat tertentu,'' tegasnya. Kurangi Profesionalisme Dia mengemukakan, bila panitia condong ke salah satu kandidat maka akan mengurangi profesionalismenya. Panitia harus mampu melayani peserta muktamar tanpa membeda-bedakan dari pendukung kandidat tertentu. Lebih baik, lanjutnya, panitia mengedepankan profesionalitas dan netralitas tanpa mengurangi hak politiknya. Saat ditanya soal lokasi pembukaan ataupun penyelenggaraan, dia menyebutkan, yang berhak menetapkan adalah DPP PKB selaku penanggung jawab muktamar. DPW PKB hanya berperan sebagai tuan rumah. Tentang kandidat ketua umum, dia belum bersedia memberikan keterangan termasuk soal nama-nama yang bakal dimunculkan. Belum lama ini, Wakil Ketua DPW PKB Abdul Kadir Karding mengungkapkan kemungkinan pencalonan kembali Ketua DPP PKB Alwi Shihab dalam muktamar nanti tampaknya sudah tertutup. Sebab, posisinya sebagai anggota kabinet akan menjadikan PKB tidak netral dan dikuasai pihak lain. ''Bagaimana kalau ketua umum PKB berada di bawah Ketua Umum Partai Golkar yang juga Wakil Presiden, itu bisa membuat partai tidak netral lagi,'' paparnya. Bahkan dia menegaskan, akan melakukan perlawanan apabila ada kemungkinan Alwi Shihab dipasang kubu Susilo Bambang Yudhoyono untuk menguasai PKB. Sementara itu, Pondok Pesantren Kiai Ageng Giri, Girikusumo, Mranggen, Demak disebut-sebut sebagai tempat pembukaan Muktamar PKB. Sekretaris Yayasan Kiai Ageng Giri Drs Muhtajir belum lama ini mengatakan, pesantrennya siap menjadi tempat upacara pembukaan Muktamar PKB. Informasi rencana Pesantren Kiai Giri untuk pembukaan Muktamar PKB juga beredar di kalangan luar pondok termasuk masyarakat Dukuh Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Bahkan, Muhtajir mengetahui informasi tersebut melalui internet dan beberapa tokoh masyarakat ketika mengikuti pengajian rutin malam Jumat di kediaman KH Munif Zuhri, pimpinan Pesantren Kiai Giri. (G1,G7-58j) |