| Senin, 31 Januari 2005 | NASIONAL |
KJRI Diminta Cek Tewasnya DulmatinJAKARTA - Departemen Luar Negeri (Deplu) sampai saat ini belum mengetahui mengenai kabar tewasnya Dulmatin (tersangka kasus Bom Bali-Red) dalam serangan udara militer Filipina, Kamis (27/1). Deplu meminta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Davao, Mindanao, Filipina mengecek kebenaran berita itu. "Belum ada pemberitahuan resmi dari Pemerintah Filipina. Kita juga sudah meminta KJRI Davao untuk mencari cari tahu mengenai hal ini," kata juru bicara Deplu Yuri Thamrin, Minggu (30/1). Yuri mengaku pihaknya baru mendengar berita tersebut dari media massa, Jumat pekan lalu. Sementara pihak militer Filipina sudah menyatakan keyakinannya bahwa Dulmatin yang diduga sebagai anggota Jamaah Islamiyah (JI), ikut tewas dalam serangan itu. Seperti diberitakan sebelumnya, Dulmatin dinyatakan tewas di sarang Abu Sayyaf di Mindanao, setelah dihujani 100 kg bom dan enam roket. Namun informasi siapa saja yang berada di daerah sasaran pemboman itu masih simpang siur. Sumber yang satu menyebut selain Dulmatin, dua WNI lainnya juga hadir yaitu Mauran dan Mauyha. Sumber ini memastikan Dulmatin tewas. Sementara itu, sumber lainnya menyebut WNI yang ada adalah Dulmatin dan Umar Patek. Namun tidak disebutkan bagaimana kondisi keduanya. (dtc-33m) |