logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 NASIONAL
Line

13 Bom Warnai Pemilu Irak

  • Pelaksanaannya Dinilai Sukses Besar

PEMILU DI IRAK: Seorang petugas keamanan Iraq berjaga-jaga di antara ratusan warga yang mengikuti Pemilu di Provinsi Al Anbar, sekitar 23 km sebelah barat Bagdad, kemarin. Pemilu di negara itu diwarnai dengan serangkain serangan bom berjibaku yang menewaskan dua polisi. Sedikitnya 29 orang tewas dalam insiden tersebut.(79)

BAGDAD - Pemilu demokratis pertama - sejak 50 tahun lampau - di Irak, Minggu kemarin, tampaknya sukses besar. Turnout (jumlah pemilih yang menggunakan hak suara) diperkirakan 72 persen.

Jumlah tersebut, yang dikemukakan Komisi Pemilu (KPU), pada pukul 14.00 waktu Bagdad (pukul 18.00 WIB) jauh melebihi dugaan semua orang. Maklum, jiwa para pemilih yang berani datang ke TPS-TPS terancam oleh serangan nekat kaum gerilyawan.

Paling sedikit 13 serangan bom jibaku di TPS-TPS seluruh negeri itu dikabarkan menewaskan 29 orang. Di sebuah TPS di barat Bagdad, pelaku serangan jibaku meledakkan dirinya sendiri saat ikut antre dengan para pemilih.

Menurut para pejabat KPU, turnout di wilayah-wilayah permukiman warga Syiah malah mencapai 90 persen. Pemungutan suara ditutup pada pukul 17.00 waktu Irak.

Adil al-Lami, seorang anggota KPU, mengatakan 99 persen TPS dibuka di seluruh negeri tersebut. Hanya beberapa yang tidak dibuka, karena alasan keamanan dan kurangnya tenaga penyelenggara.

Sekitar 13 juta warga Irak - separo populasi negara itu - tercatat dan berhak memberikan suara. Beberapa orang yang punya hak pilih ternyata tidak terdaftar. Mereka takut pada ancaman, atau memboikot pemilu tersebut.

Gerilyawan antipendudukan AS, yang telah bersumpah akan mengganggu pemilu itu, membunuh sedikitnya 29 orang dalam serangkaian serangan bom jibaku dan mortir di TPS-TPS.

Berita terbaru kantor berita Reuters pada pukul 22.30 WIB menyebutkan, sebuah pesawat angkut militer C-130 Hercules milik AU Kerajan Inggris (RAF - Royal Air Force) jatuh di Bandara Bagdad, pukul 17.25 waktu setempat (21.25 WIB).

Departemen Pertahanan Inggris di London memberikan konfirmasi tentang kecelakaan tersebut. Namun, belum diketahui berapa jumlah korban jiwa dalam kecelakaan itu.

Suatu sumber militer AS, yang tidak bersedia disebutkan namanya, di Irak menyebutkan reruntuk pesawat naas itu berserakan di landas pacu Bandara Bagdad.

Pesawat itu baru saja lepas landas untuk menuju Basrah di Irak selatan. Basrah adalah markas kontingen militer Inggris yang tergabung dalam pasukan multinasional pimpinan AS.

Pesawat Hercules mampu mengangkut 100 personel pasukan bersenjata. Belum diketahui, apakah pesawat RAF itu dalam keadaan kosong (hanya berisi awak pesawat) atau mengangkut pasukan.

Tulis Masa Depan

Perdana Menteri Sementara Iyad Allawi mendesak rakyat Irak agar meraih nasib mereka dan berani menentang kelompok perlawanan, lewat pencoblosan suara di TPS-TPS.

''Ini momen bersejarah bagi Irak. Mari tegakkan kepala untuk menghadapi teroris, dan mulai menulis masa depan Anda dengan tangan sendiri,'' kata Allawi kepada para wartawan, setelah melakukan pencoblosan di Bagdad.

Kendati langkah keamanan ketat telah diberlakukan, serangan bom jibaku terjadi paling sedikit sembilan kali, termasuk tiga serangan di Bagdad (ibu kota Irak).

Pelaku bom jibaku beraksi langsung di TPS-PS di wilayah barat Bagdad, menewaskan belasan orang dan melukai sembilan lainnya, kata sumber Kepolisian Irak.

Sebelumnya, ledakan bom mobil jibaku menewaskan seorang polisi di luar sebuah TPS, dan bom jibaku yang lain meledak di antara para calon pemilih yang antre di sebuah TPS.

Sementara itu, ledakan di sebuah tempat pemungutan suara di wilayah kumuh Kota Sadr (tempat permukikan Syiah), tidak jauh dari Bagdad, menewaskan sedikitnya empat orang.

Serangan mortir di selatan Bagdad membunuh sedikitnya dua orang, dan hujan bom mortir di kota-kota yang lain, termasuk Mosul, Baqubah, dan Hilla, menewaskan beberapa orang.

Tempat-tempat pemungutan suara tampak kosong di beberapa wilayah yang didominasi warga Suni. Di sana, aksi perlawanan keras terhadap AS menimbulkan banjir darah. Di wilayah itu pula banyak orang yang memboikot pemilu.

Bagaikan Festival

Kelompok militan, termasuk yang berada di bawah arahkan Abu Musab al-Zarqawi (pimpinan Al Qaedah di Irak), bersumpah mengebom TPS-TPS dan membunuh siapa saja yang berani datang TPS.

Di Basrah (Irak selatan), yang didoinasi warga Syiah, tempat pemungutan suara penuh dengan para pemilih. Ribuan orang yang datang ke TPS mengatakan, mereka tidak gentar menghadapi ancaman.

''Saya tidak takut. Keamanan terjamin,'' ujar Samir Khalil Ibrahim. ''Saya sangat senang. Pemilu ini bagaikan festival bagi rakyat Irak,'' tambahnya.

Beberapa jam sebelum pemungutan suara dimulai, sebuah roket gerilyawan menghantam Kedubes AS di Bagdad. Seorang warga sipil dan seorang anggota militer tewas. Lima lainnya luka-luka. Mereka semuanya warga negara Amerika.

Kedubes itu terletak di Zona Hijau yang dibentengi dengan kuat di pusat kota Bagdad. Zona Hijau adalah pusat pemerintahan Irak.

''Roket itu menghantam sebuah gedung yang dihubungkan ke paviliun Kedubes AS,'' kata sebuah sumber. ''Salah seorang dari mereka yang tewas adalah anggota militer, yang lain warga sipil.'' (rtr-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA