| Senin, 31 Januari 2005 | SEMARANG |
Pembeli Luar Datang Harga Gabah BersaingGROBOGAN - Masuknya beberapa pembeli gabah kering panen (GKP) ke Kabupaten Grobogan dinilai berdampak positif untuk menstabilkan harga. Begitu juga dengan kebijakan pembatasan impor beras ke Indonesia. "Produksi padi di Kabupaten Grobogan mencapai 500.000 ton/tahun. Untuk menstabilkan harga jualnya, harus ditopang pembeli dari luar kabupaten," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Pemkab Grobogan Ir Edhie Sudaryanto MM. Ditambahkan dia, pembeli dari luar kabupaten yang masuk ke Grobogan yaitu dari Jawa Barat dan Jawa Timur. "Upaya lain untuk menstabilkan harga yaitu dengan memberikan informasi kepada Pemprov tentang masa panen. Dengan kedatangan pembeli dari luar, diharapkan harga gabah semakin bersaing," harapnya. Lebih lanjut dia mengatakan, wilayah Grobogan sekarang mulai memasuki masa panen raya. Daerah yang sudah panen, antara lain Kecamatan Godong, Penawangan, Purwodadi, dan Klambu. "Sekitar 10.000 ha areal tanaman padi di Kabupaten Grobogan mulai dipanen dengan produksi sekitar 60.000 ton," ucap Edhie. Dia menyebutkan, harga GKP di beberapa tempat Rp 1.200-Rp 1.300/kg. Harga tersebut dinilai cukup bagus. Sebab, ada pembatasan impor beras. "Dengan demikian, kami berharap pada panen raya nanti pembatasan impor beras itu masih diberlakukan," ujarnya. Ditanya soal pengaruh cuaca terhadap harga gabah, Edhie mengatakan, bila mendung harga gabah memang menurun. Hal itulah yang menjadi kendala bagi para petani. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, antara lain dengan alat pengering. Hingga kini alat pengering padi belum mencukupi. (H3-91e) |