| Senin, 31 Januari 2005 | SEMARANG |
Truk Muat Mesin Jahit DibajakGROBOGAN - Kawanan perampok beraksi di Kabupaten Grobogan. Subuah truk kontainer Ritra Logistic bermuatan 211 mesin jahit belum lama ini dibajak di jalan raya Kuwu-Randublatung, tepatnya di sekitar objek wisata Bleduk Kuwu. Selain menguras isinya, kawanan perampok itu juga meninggalkan truk bersama sopir Nartanto (37), warga Cilangkap, Jakarta Timur dan kernetnya Gatot Setiabudi (24), warga Asemrowo Baru, Surabaya di kawasan Ngawi Jawa Timur. Kedua korban diborgol, mulut dan matanya ditutup dengan lakban. Menurut keterangan, kejadian itu bermula ketika truk yang dikemudikan Nartanto (37) bertolak dari Jakarta menuju ke Surabaya. Sesampai di pertigaan Wirosari truk bernomor polisi B-9283-YG itu memilih jurusan ke arah Randublatung. Namun, di sekitar objek wisaya Bleduk Kuwu, laju truk terhenti karena diadang sebuah truk lain. Saat Nartanto menghentikan truknya, tiba-tiba beberapa orang mendatanginya. Mereka langsung membuka paksa pintu truk seraya mengancam sopir dan kernet. Kawanan perampok itu kemudian memborgol Nartanto dan Gatot Setiabudi (24). Mata dan mulut keduanya ditutup dengan lakban. Mereka ditinggal di dalam truk di wilayah Ngawi Jawa Timur. Baru pada keesokan harinya mereka diselamatkan warga sekitar yang mengetahui korban tak berdaya. Korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Grobogan. Di Salatiga Sementara itu Efendi (23), seorang mahasiswa yang kos di Kampung Margosari, Sabtu (29/1) malam sekitar pukul 20.00 dianiaya dua orang pemuda Margosari, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo. Akibatnya, muka pemuda itu memar-memar. Menurut keterangan petugas Mapolres Salatiga, penganiayaan bermula ketika Efendi hendak pulang ke kosnya dengan menggunakan sepeda motor. Ketika itu dia melewati tempat nongkrong pemuda setempat tanpa memberikan salam atau menyapa. Kejadian tersebut membuat dua pemuda yang bernama Bob (22) dan Jok (22) emosi dan langsung mengumpat Efendi. Korban yang saat itu menghentikan kendaraannya, justru langsung dianiaya di bagian mukanya. Akibat penganiayaan tersebut, Efendi langsung lapor ke Mapolres Salatiga. (H2,H3-91se) |