| Senin, 31 Januari 2005 | SEMARANG |
Pemilihan Ketua RW secara LangsungSALATIGA - Ratusan warga RW 8, Dusun Butuh, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Salatiga, kemarin memenuhi tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih ketua rukun warga (RW) setempat. Pemilihan Ketua RW periode 2005-2008 secara langsung tersebut, merupakan kali kedua yang dilaksanakan warga RW itu. Acara pemilihan dipersiapkan selama sebulan oleh panitia, yang terdiri atas ketua-ketua RT. Sebanyak 920 orang, berhak menggunakan hak pilihnya. Ada enam warga yang mencalonkan diri sebagai ketua RW; namun setelah diseleksi tinggal dua orang, yakni Hadi Mulyono (ketua lama) dan Tejo Listiono. Berdasarkan pemantauan Suara Merdeka, proses pemilihan dimulai sekitar pukul 08.00, dan selesai sekitar pukul 12.00. Proses penghitungan suara berakhir pukul 14.00. Akhirnya, Hadi Mulyono terpilih lagi dengan memperoleh 649 suara, Tejo Listiono memperoleh 92 suara, sedangkan suara rusak sebanyak 14. Lurah Kutowonangun, Bambang Setiaji SH mengatakan, pemilihan ketua RW secara langsung merupakan salah satu bentuk pendidikan demokrasi kepada warganya. Diharapkan, warga sudah terbiasa mengikutinya. Menurut dia, kegiatan sejenis akan dilaksanakan di beberapa RW yang lain. "Kami berharap, ketika pemilihan langsung Wali Kota Salatiga tahun depan, masyarakat di wilayah kami sudah siap melaksanakan. Sehingga, warga mau menerima siapa saja, ketika calon pilihannya kalah atau menang," ujar Bambang. Tata Pemerintahan Bambang mengungkapkan, sebenarnya pemilihan ketua RW secara langsung menyalahi SK Wali Kota 12/2004 tentang Pembentukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan RT/RW. Dalam SK itu disebutkan, ketua RW dipilih oleh ketua RT berdasarkan pemungutan suara warga di lingkungan RT. "Namun atas dasar kehendak warga, pemilihan ketua RW dilakukan secara langsung. Bagian Tata Pemerintahan Pemkot Salatiga yang kami mintai pertimbangan, menyatakan setuju," jelas Bambang. Di Kelurahan Kutowinangun, terdapat 12 RW. Total penduduk sekitar 19.600 orang, dan yang memiliki hak suara untuk mengikuti pemilu sekitar 15.300 orang. Selama pemilu legislatif dan pilpres tahun lalu, tingkat partisipasi keikutsertaan warga Kelurahan Kutowinangun mencapai 80%. (H2-91a) |