| Senin, 31 Januari 2005 | SEMARANG |
Teringat Kota MeulabohBENCANA gempa dan tsunami di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam membuat Kapolres Demak AKBP Drs Her Aris Sumarman MM terharu. Pasalnya, sejak 1999 hingga 2001, dia pernah bertugas sebagai Kapolres Aceh Barat yang berkedudukan di Meulaboh, Banda Aceh. Kota itu kini hancur diempas tsunami. Bahkan, sebagian besar bangunan permukiman dan perkantoran di sana rata dengan tanah. "Saya sedih karena tempat berdinas di Meulaboh, Aceh, kini sudah hancur. Yang menyedihkan lagi, asrama Polres yang ditempati keluarga Polri juga ikut hancur. Padahal, jarak antara rumah dinas kapolres dan pantai di Meulaboh cukup dekat, sekitar 50 meter," kata Her Aris Sumarman MM, ayah dari dua putra buah kasihnya dengan Dra Evita Adriani ini. Setelah terjadi bencana itu, tanpa diduga-duga dia kedatangan tamu bernama Iwan. Iwan adalah mantan sopir ajudan Her Aris saat bertugas di Meulaboh. "Dia mengaku sudah tidak memiliki apa-apa. Istri dan anaknya hilang diterjang tsunami. Keluarga dia hingga kini belum dapat ditemukan," ujar Her Aris yang lahir pada 7 Juni 1957 di Kota Bogor itu. Karena sedih dan bingung, dia berusaha menenangkan Iwan. Dia juga mengajak Iwan ke Kiai Syeh Sakir untuk mengikuti pengajian di Ungaran. Upaya tersebut dilakukan Kapolres agar batin dan hati Iwan menjadi tenang dan tabah menghadapi cobaan itu. Her Aris menuturkan, pihaknya selalu berusaha berkomunikasi melalui telepon ke Aceh, terutama menanyakan kabar, keadaan, dan situasi kota itu. Namun saluran komunikasi lewat telepon ke Meulaboh agak sulit sehingga perlu menggunakan telepone satelit. Di tengah kesibukan sebagai Kapolres Demak, Her Aris Sumarman juga rajin berzikir demi ketenangan batinnya. Yang jelas, dalam mengarungi kehidupan ini, dia memiliki tiga prinsip, yakni iman, ilmu, dan amal. Pertama, orang itu harus beriman dulu kepada Allah SWT. Setelah itu menimba ilmu, dan setelah mendapat ilmu yang didambakan lalu mengamalkannya di tengah masyarakat. Selain itu, Her Aris dalam bekerja sehari-hari selalu serius, tapi santai (sersan). Bahkan dia juga cukup dekat dengan beberapa ulama. Doa, zikir, wirid, dan istighotsah tak lepas dari kegiatan dia selama menjabat Kapolres Demak. (Arwan Pursidi-91n) |