logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 SEMARANG
Line

Seks Perlu Komunikasi

MENGIKUTI seminar bersama konsultan seks dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS layaknya menikmati sebuah pementasan yang bermutu. Enak ditonton dan bisa kembali pulang dengan membawa ilmu.

Suasana itu juga yang terasa pada seminar ''Ragam Kiat Membina Keharmonisan Keluarga'' yang digelar SD Nasional Karangturi di Amartapura Ballroom Grand Candi Hotel, Sabtu (29/1).

Ya, ginekolog yang juga pemilik Boyke Enterprise itu selalu bisa berceramah tanpa membuat pendengarnya merasa digurui. Soalnya, ia mengemas ceramah itu dengan taburan ilustrasi dan joke yang memancing tawa. Lengkap dengan sejumlah kisah menarik yang didapat dari pengalaman dia mengelola Klinik Pasutri.

Kata Boyke, salah satu faktor pendukung untuk menciptakan keharmonisan keluarga adalah dengan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangan. Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan terjalin baik, maka tiap pasangan bisa berbagi rasa dan saling mengetahui isi hati satu sama lain.

''Termasuk di dalamnya, komunikasi tentang hubungan seksual di antara mereka. Kalau suami istri melakukan relasi seksual tanpa komunikasi, emangnya kawin dengan gedebok pisang.''

Kontan, ceplas-ceplos semacam itu mengundang tawa hadirin. Nyaris selama dua jam menyampaikan materi, guyonan nyerempet-nyerempet semacam itu bak bak bumbu penyedap rasa. Membuat materi terasa segar dan gampang dicerna.

''Ini bukan peta Semarang, lo. Tapi perlu dikuasai para suami agar tidak tersesat,'' katanya, yang kembali disambut tawa terpingkal-pingkal ratusan orang tua siswa yang memenuhi ballroom itu.

Apa pasal? Dia menyatakan itu sembari menyorotkan lasernya pada layar. Di situ terpampang sebuah gambar besar yang mencitrakan tubuh dengan tulisan ''Daerah Peka Rangsangan pada Wanita''. Pada kesempatan sebelumnya, ia menunjukkan pula daerah sensitif pada pria.

Boyke memang piawai memancing tawa, dan itu yang membuat ceramahnya menarik, dan membuatnya laris manis sebagai pembicara di pelbagai tempat. Dia memiliki sebutan yang unik-unik tentang berbagai gaya untuk hubungan suami istri yang penuh cinta. Siapa bisa menahan tawa, kalau ditayangkan gambar pose hubungan seksual dan disebut sebagai gaya sendok garpu atau monyet memanjat pohon?

Kehidupan seksual yang sehat merupakan sumber kebahagiaan dalam rumah tangga. Pada awalnya, kata Boyke, seks hanya ditujukan untuk memperoleh keturunan (prokreasi). Apabila tujuan prokreasi telah tercapai, sudah sewajarnya seks digunakan untuk tujuan rekreasi, mendapatkan kenikmatan dan kepuasan batin.

Untuk keperluan itu, setiap pasangan suami istri berkewajiban menjaga kesehatannya, mulai dari kesehatan fisik, psikis, dan sosial. Bagi istri, persoalan kesehatan tak pernah jauh dari kecantikan.

''Kebayang kan, kalau istri cantik tapi organ intimnya tak beda jauh dengan pelabuhan Semarang,'' ujar dia dengan metafora yang membuat hadirin kembali tak bisa menahan tawa.

Kalau kebersihan diri sudah dijaga, terserah Anda apakah akan menikmati kehidupan seksual dengan gaya sendok garpu atau monyet memanjat pohon.... (Achiar M Permana-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA