| Senin, 31 Januari 2005 | SEMARANG |
Di Kemijen Tinggikan TanggulSEMARANG TIMUR-Kerja bakti warga Kelurahan Kemijen Semarang Timur yang semula bakal membersihkan sampah Kali Banger dialihkan mempertinggi tanggul Banjir Kanal Timur dalam kegiatan Resik-resik Kutha, Minggu (30/1). Untuk mengeruk tanah di sepanjang sungai Banjir Kanal Timur yang mengalami pendangkalan, warga RW 6 dan RW 8 Kelurahan Kemijen dibantu satu unit begu milik DPU. Tak pelak puluhan warga yang membawa alat seperti cangkul, sabit, dan dan sekop sesaat menjadi ''penonton'' melihat aksi begu yang mengeruk tanah di sepanjang bibir sungai. ''Kalau mengeruk lumpur menggunakan cangkul satu tahun juga tidak selesai-selesai. Nah, kalau ada begu bisa cepat selesai,'' tutur salah seorang warga sambil menonton. Saat beghu mengeruk lumpur, sebagian warga membersihkan selokan sepanjang Jalan Raya Cilosari Raya dan memotong rumput di halaman balai pertemuan RW 6. Camat Semarang Timur Bimo Iriyanto mengatakan, tanggul di wilayah RW 6 Kelurahan Kemijen kembali landai akibat sungai mengalami pendangkalan. Apabila terus dibiarkan keselamatan warga akan terancam saat sungai meluap. ''Acara Resik-resik Kutha kami alihkan ke Sungai Banjirkanal Timur karena lebih urgen saat musim hujan seperti ini. Sebaliknya, untuk mengatasi sampah Kali Banger membutuhkan perhatian khusus, kerja bakti di tempat itu tetap akan kami lakukan di waktu mendatang,'' ucap dia. Menurut Bimo, warga Kecamatan Semarang Timur juga melakukan kerja bakti di wilayah Sarirejo, Rejomulyo, Mlatiharjo dan sejumlah tempat lain dalam kerja bakti Resik-resik Kutha yang diprakarsai New Exi Production, Suara Merdeka dan Djarum 76, serta di dukung oleh Pemkot itu. Terpisah, Kepala Kelurahan Kemijen Sumardi mengungkapkan, tanggul di sepanjang Banjir Kanal Timur tersebut memang perlu ditinggikan. Tangul itu merupakan penahan pertama saat air meluap. Ketika beberapa warga mengungkapkan keberadaan tambak di dalam sungai tersebut, Sumardi mengungkapkan, keberadaan tambak itu memang akan mengganggu aliran air saat debit air banyak. Tapi, dalam kondisi air masih surut, seperti sekarang, pihaknya akan menyelesaikan secara kekeluargaan terlebih dulu dengan pemilik tambak sebelum memindahkan tanah ke pinggir. Akhirnya, saat begu mendekati tambak pengerukan berpindah ke tempat lain. ''Kami mencoba menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. Kalau sekarang dibongkar pemilik tambak jelas dirugikan,'' ucap dia tanpa mau menyebut pemilik tambak. Dia berjanji, pembersihan sampah di Kali Banger tetap dilakukan tapi pelaksanaannya dua pekan mendatang.(H7-73) |