logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 SEMARANG
Line

Resik-resik Kutha

Warga Karangrejo Kesulitan Angkut Sampah

GAJAHMUNGKUR- Warga di sejumlah kelurahan di Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang, Minggu (30/1), serentak melaksanakan kegiatan Resik-resik Kutha.

Di Kelurahan Karangrejo, warga setempat sampai kesulitan mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, yang sudah lama menumpuk dan menimbulkan bau di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah dekat GOR Jatidiri. Putaran ketiga dari kegiatan yang diprakarsai Pemkot Semarang, Suara Merdeka, Djarum 76, dan New Exi Production tersebut, dipusatkan di perempatan Pasar Sampangan.

Sebelumnya, ratusan warga dari berbagai lapisan melakukan apel pagi sebelum mengikuti Resik-resik Kutha di Jalan Papandayan. Apel itu dipimpin Camat Gajah Mungkur Budi Rahardjo. Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir Tata Pradana MT juga hadir dalam acara itu.

Dari pantauan, warga di Kelurahan Sampangan, Bendan Ngisor, Petompon, Bendan Dhuwur, Karangrejo, Lempongsari dan beberapa kelurahan lain, sejak pagi menggelar aksi tersebut. Warga Sampangan melakukan pembersihan sampah dan rumput Kali Tuk Anak yang berada di belakang Pasar Sampangan.

Rumput gajah dan semak-semak di kali itu dibabat para warga, yang selanjutnya dibakar. Warga di Jalan Papandayan, Kelud dan Lamongan Raya pun demikian. Mereka membersihkan rumput-rumpur liar di pinggir jalan itu. Pasar Sampangan juga menjadi sasaran kerja bakti itu. Kebanyakan, setelah membersihkan lingkungan, sejumlah warga membakar sampah dan rumput yang dikumpulkan itu.

''Kali Tuk Anak di belakang pasar akan menjadi salah satu sample penilaian Lomba Adipura dari Tim Pusat. Jadi sebaiknya kebersihannya harus dijaga,'' kata Sri Wurni, dari Bapedalda sebagai Ketua Tim Juri Resik-resik Kutha Tingkat Kota Semarang.

TPA Bayangan

Sementara itu, TPS sampah di sebelah timur GOR Jatidiri Karangrejo, menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah bayangan.

Menurut beberapa warga yang melakukan kerja bakti di lokasi itu, sudah bertahun-tahun sampah di TPS itu tidak diambil. Hal itu menyebabkan bau tak sedap yang bersumber dari tumpukan sampah itu.

Sampah itu berasal dari berbagai wilayah di Kelurahan Karangrejo dan sekitarnya. Bahkan berbagai kampus-kampus di sekitar Karangrejo memilih TPA bayangan itu sebagai pembuangan sampah.

Warga kemarin berupaya mengurangi jumlah sampah tersebut. Namun karena hanya terdapat dua dump truk, sarana itu tidak mencukupi.

Menurut Ny Sinta, staf Kelurahan Karangrejo, baru-baru ini masing-masing RT di kelurahan tersebut sudah urunan untuk mengangkut tumpukan sampah. Akan tetapi, urunan dana dari 32 RT itu baru mampu mengangkut 20 rit sampah. ''Setiap rit ongkosnya Rp 32 ribu,'' ungkap dia.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Semarang, Cahyo Bintarum mengemukakan, pihaknya kekurangan truk pengangkut sampah di kawasan itu. Alternatif utama membuang tumpukan sampah itu ke TPA Jatibarang.

Namun, karena kekurangan armada pengangkut, Dinas Kebersihan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang memiliki truk dan alat-alat berat supaya meminjamkan armadanya guna dipakai memindahkan sampah itu.

''Namun sebenarnya, sebagian sampah itu sudah menjadi kompos. Sehingga warga boleh memanfaatkan untuk pupuk,'' tandasnya.

Berbeda dengan Resik-resik Kutha di beberapa tempat lain yang dilaksanakan pagi, di kawasan Pecinan berlangsung siang hari, pukul 11.00. Itu karena salah satu lokasinya adalah Pasar Gang Baru, yang baru tutup pada jam tersebut.

Ratusan orang mengikuti acara itu. Mereka terdiri atas warga, pedagang Pasar Gang Baru, anggota hansip, dan perangkat Kelurahan Kranggan. Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bekerja bakti di Pasar Gang Baru, sedangkan kelompok kedua di sepanjang Jl Inspeksi, tepi Kali Semarang. Hadir dalam acara tersebut Lurah Kranggan Mulyadi dan Bendahara Kopi Semawis Hidayat Pranadya. (G17,H6-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA