logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Januari 2005 SEMARANG
Line

Bandara A Yani Diusulkan Dilengkapi Halte KA

  • Memudahkan Penumpang Berganti Transportasi

SEMARANG - Bandara Ahmad Yani diusulkan agar dilengkapi dengan halte atau terminal perhentian kereta api. Usulan tersebut disampaikan tim penyusun dokumen tataran transportasi wilayah (tatrawil) Jawa Tengah, baru-baru ini.

Dalam dokumen usulan yang akan dibawa ke Pemerintah Pusat disebutkan, halte KA itu berfungsi untuk memudahkan penumpang pesawat udara berganti transportasi.

Menurut anggota tim penyusun dokumen tatrawil Ir Djoko Setijowarno MT, saat ini jalan raya menjadi satu-satunya akses dari Bandara A Yani. Penumpang pesawat dari Surabaya yang hendak menuju Pekalongan misalnya, harus pergi ke Stasiun Tawang untuk berganti transportasi. Jika ada halte kereta api, penumpang pesawat tidak perlu lagi pergi ke Stasiun Tawang.

''Posisi Bandara A Yani cukup menguntungkan karena berdekatan dengan jaringan rel utama. Sekarang akses menuju pangkalan transportasi lain hanya dapat dijangkau dengan mobil pribadi atau taksi. Dengan adanya halte kereta api, pilihan penumpang pesawat lebih beragam,'' kata Djoko yang juga Kepala Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata.

Menurut dia, halte kereta api di Bandara A Yani termasuk program jangka pendek yang direncanakan pada 2005-2010. Jalur utama kereta api dari Semarang menuju Jakarta, kata Djoko, berada di dekat Bandara A Yani. Pembangun halte, lanjut dia, tidak perlu membangun jalur baru. Hanya diperlukan bangunan kecil mirip halte agar kereta-kereta jarak dekat dan menengah seperti KA Kaligung dapat berhenti sejenak untuk menaikturunkan penumpang.

Seiring perubahan status Bandara A Yani sebagai bandara internasional, pergerakan penumpang diperkirakan semakin padat. Perpaduan berbagai moda transportasi diharapkan membantu promosi sejumlah daerah tujuan wisata seperti Tegal, Pekalongan, atau Solo. Karena itu, dibutuhkan simpul penghubung antarmoda transportasi.

Halte kereta api itu diusulkan dibangun di dekat pintu keluar Bandara A Yani. Menurut Djoko, keberadaan halte tidak akan mengganggu jalur penerbangan karena letak keduanya berjauhan.

Selain itu, kereta juga tidak lama berhenti di halte. ''Kereta hanya berhenti dua-tiga menit untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Di Jakarta, halte-halte serupa sudah ada, tapi di Jawa Tengah belum ada,'' katanya.

Melalui dokumen tatrawil tersebut, Dinas Perhubungan Jateng juga mengusulkan agar dibangun halte kecil di dekat Terminal Bus Pekalongan. Halte kereta api itu diharapkan mempermudah penumpang bus berganti sarana transportasi.

Menurut Djoko, pembangunan halte dapat dilakukan semua pihak termasuk swasta. Hal serupa sudah dilakukan di Pelabuhan Tanjung Emas. Pelabuhan Tanjung Emas saat ini dilengkapi jalur kereta api yang menghubungkan pelabuhan dengan dryport di Jebres Solo. (H5-73e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA