| Senin, 31 Januari 2005 | KEDU & DIY |
KHM Arifin Ilham:Manusia Terjadwal dalam TakdirJALAN ke sorga dipenuhi hal-hal yang tidak disukai manusia, sedangkan jalan ke neraka pasti yang enak-enak dan sangat disukai seperti maksiat, judi, dan sejenisnya. ''Kenapa tsunami berlangsung di NAD? Karena mereka adalah orang-orang yang beriman, jadi keimanannya terus diuji oleh Allah.'' Hal itu disampaikan KH Muhammad Arifin Ilham dalam acara "Magelang Berzikir" di Masjid Agung Kota Magelang, Minggu kemarin. Acara itu selain diikuti ribuan umat Islam hingga meluber sampai ke jalan raya, juga dihadiri Muspida Kota Magelang, Kapolwil Kedu Kombes Drs Agus Wantoro MSi, dan lainnya. Peristiwa di NAD sudah dijadwalkan oleh Allah sebelum umat manusia ada. ''Berbagai masalah yang terjadi di muka bumi, masalah yang terjadi pada diri sendiri, ataupun keluarga juga sudah dijadwalkan. Artinya, kita hidup dalam jadwal takdirnya,'' tuturnya. Menurutnya, minimal ada empat perintah Allah untuk menyikapi takdir. Pertama adalah ikhtiar. Allah tidak akan mengubah suatu bangsa, kecuali bangsa itu sendiri yang mau mengubahnya. Kedua, doa terus-menerus yang tidak mengenal kata menyerah yang dilaksanakan dengan ikhlas. Ketiga, tidak ada yang bisa mengubah takdir kecuali dengan doa. Keempat, berbaik sangka sehingga muncul hikmah di balik musibah. Mengenai ribuan orang meninggal akibat tsunami, KH Muhammad Arifin Ilham mengatakan, mereka meninggal sebagai syuhada. Karena saat bencana terjadi mereka terus-menerus menyebut nama Allah sehingga masuk sorga. Belum lagi umat Islam seluruh dunia melaksanakan shalat gaib bagi para korban. ''40 umat Islam melaksanakan shalat gaib sebenarnya sudah cukup mengantarkan mereka masuk sorga, apalagi dishalatkan oleh miliaran umat Islam,'' ujarnya. Seperti Tsunami Dia menerangkan, kelak kiamat itu seperti tsunami yang terjadi di NAD. Air laut masuk ke daratan, gunung meletus, dan lain sebagainya. Umat manusia saat itu seperti kapas yang terbang ditiup angin. ''Pada hari kiamat itu yang diselamatkan Allah hanya mereka yang beriman dan memakmurkan masjid. Di NAD masjid selamat dari bencana itu, termasuk umat yang ada di dalamnya.'' Wali Kota Magelang H Fahriyanto mengatakan, Magelang Berzikir merupakan wahana untuk meningkatkan hubungan antarumat manusia serta hubungan manusia dengan Allah. ''Acara ini juga digunakan untuk mendoakan korban tsunami dan keluarga yang ditinggalkan.'' Ketua panitia yang juga takmir Masjid Agung Drs R Hermantyo MSi menerangkan, kegiatan zikir itu akan diselenggarakan terus-menerus di masjid tersebut. Diharapkan hal itu kelak membawa kemakmuran bagi Masjid Agung yang berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Magelang. (Doddy Ardjono-76n) |