| Senin, 31 Januari 2005 | KEDU & DIY |
Kinerja Wali Kota Dinilai 6MAGELANG- Prestasi kerja Wali Kota Magelang H Fahriyanto lima tahun belum sesuai dengan harapan masyarakat. Selain sistem pengawasan kurang maksimal sehingga memunculkan banyak dugaan KKN yang melibatkan eksekutif dan legislatif, juga team work-nya lemah, tidak tegas serta tidak memiliki staf yang bisa diajak playon (berlari-Red). ''Seandainya kami seorang guru, dia saya beri nilai enam untuk hasil kerjanya lima tahun. Cukup untuk naik kelas, tetapi untuk naik kelas lagi harus mengubah cara belajarnya. Jadi pola kerja dan manajemennya harus diubah total, jika tidak Kota Magelang akan ketinggalan terus.'' Pendapat itu disampaikan Sudharmono, pemilik Hotel Puri Asri yang juga Wakil Ketua Yayasan Kesetiakawanan Warga Magelang, serta Drs Eddy Sutrisno, Koordinator Forum Bersama Peduli Magelang (Forbes PM) saat dihubungi terpisah, kemarin. Kegagalan Fahriyanto, kata Sudharmono, lima tahun menjadi Wali Kota tidak bisa menata sekitar 3.000 pedagang kaki lima yang tersebar di Jalan Pemuda, Mataram, Majapahit, Singosari, dan lain-lain. Di samping itu, belum bisa merenovasi Pasar Rejowinangun yang kondisinya memprihatikan karena sebagian besar pedagang memilih berjualan di Jalan Mataram. Seharusnya dalam tempo lima tahun, kedua hal itu bisa ditata. ''PKL bukannya digusur, karena mereka juga mencari nafkah. Caranya dengan merenovasi Pasar Rejowinangun. Lantai atas untuk PKL dan lantai bawah untuk pedagang, dengan harga terjangkau menggunakan sistem subsidi silang,'' tuturnya. Mungkin Fahriyanto tidak tahu, banyaknya PKL merupakan tanda kota tidak tertib yang berdampak investor tidak mau menanam modalnya. ''Pengusaha asli Magelang juga banyak yang pindah ke luar kota, baik ke Yogya, Semarang, Jakarta maupun ke Lampung. Mau mengusir PKL yang berjualan di depan tokonya tidak berani, daripada ribut lebih baik pindah. Jika ini dibiarkan pengusaha yang pindah makin banyak.'' Senada dengan Sudharmono, Eddy mengatakan, konsep utama kota jasa seperti kotanya bersih dengan fasilitas yang lengkap malahan belum disentuh. ''PKL belum bisa ditangani, sehingga kota menjadi kumuh. Renovasi Pasar Rejowinangun baru akhir-akhir ini disentuh. Kesimpulan saya Kota Magelang sebagai kota jasa baru sebatas konsep, realisasinya kapan tidak ada yang tahu,'' ujarnya. Eddy yang juga pemilik Rumah Sakit Lestari Raharja memberikan contoh, pasien yang berobat ke rumah sakit miliknya dari berbagai kota. Tetapi belum pernah sekalipun Pemkot mengajak semua rumah sakit untuk koordinasi, guna meningkatkan pelayanan. ''Pengusaha bertemu Wali Kota baru dua kali, waktu dilantik dan pamitan.'' Kedua pengusaha itu mengatakan, nilai enam yang diberikan kepada Wali Kota bukan berarti selama menjabat tidak ada yang berhasil, hanya perlu ada perubahan drastis jika dia nanti terpilih untuk masa jabatan kedua. ''Wali Kota harus didampingi wakil yang gila kerja dan memiliki banyak konsep, serta membentuk team work yang kuat. Khususnya di Bappeda, bagian pembangunan, Dinas Pendapatan, dan bidang terkait lainnya yang bisa diajak lari agar tidak ketinggalan. Juga harus tegas pejabat yang tidak mampu harus diganti, serta mau mendengar masukan dari masyarakat,'' tandas Sudharmono sambil menyatakan Fahriyanto adalah Wali Kota yang bersih, karena pengusaha tidak pernah dimintai beban apa pun. Itu Hak Mereka ''Biar saja mereka menilai seperti itu, itu hak mereka. Padahal mereka tahu persis apa kesulitan saya dalam menata PKL dan merenovasi Pasar Rejowinangun,'' tutur Wali Kota Magelang H Fahriyanto dengan nada tinggi saat dikonfirmasi kemarin. Dia mengatakan, terserah masyarakat apakah pekerjaannya selama lima tahun dinilainya berhasil atau gagal. Ia mengaku Yang pasti dirinya telah berupaya sekuat tenaga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan membangun berbagai macam proyek. Saat ditanya tentang saran apabila terpilih lagi harus membentuk dua lembaga independen untuk pengawasan dan pembangunan, Wali Kota mengatakan, ''Saya tidak mau komentar nanti malahan menimbulkan polemik. Terserah mereka mau menilai apa.'' (P60-76s) |